Minggu, 26 Juni 22

Laba Bersih Astra Kuartal Pertama 2013 Sebesar Rp 4,3 triliun

Laba Bersih Astra Kuartal Pertama 2013 Sebesar Rp 4,3 triliun

 

Imar

 

Jakarta-PT Astra International Tbk dan anak perusahaannya (Astra atau Perseroan) pada hari Rabu, 24 April 2013, mengumumkan bahwa kinerja Perseroan dan anak perusahaan pada kuartal pertama tahun 2013 menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2012.

 

Pendapatan bersih Astra kuartal pertama tahun 2013 mencapai Rp 46,7 triliun, naik 1% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 46,4 triliun, sementara laba bersih turun sebesar 7% dari Rp 4,6 triliun menjadi Rp 4,3 triliun. Laba bersih per saham juga mengalami penurunan sebesar 7% menjadi Rp 106 per saham.

“Prospek ekonomi Indonesia tetap positif, meskipun dalam jangka pendek keuntungan Astra akan dipengaruhi oleh kenaikan biaya tenaga kerja, melemahnya harga komoditas,

 

persaingan di industri otomotif serta dampak dari peraturan uang muka minimum pada pembiayaan otomotif syariah,” ungkap Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto di Jakarta, Rabu (24/4/2013).

Kegiatan Grup Astra fokus kepada enam lini bisnis inti, yaitu Divisi Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, serta Teknologi Informasi.

 

Laba bersih Divisi Otomotif turun sebesar 10% menjadi Rp 2,2 triliun, terdiri dari Rp 1 triliun yang berasal dari Perseroan dan anak-anak perusahaan, serta kontribusi dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities di bidang otomotif sebesar Rp 1,2 triliun.

 

Laba bersih Divisi Jasa Keuangan mengalami kenaikan 23% menjadi Rp 1 triliun. Total pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra yang terdiri dari Federal International Finance (FIF), Astra Credit Companies (ACC), dan Toyota Astra Financial Services (TAFS) tumbuh 6% menjadi Rp 13,2 triliun, termasuk pembiayaan melalui joint bank financing without recourse. Total pembiayaan alat berat melalui PT Surya Artha Nusantara Finance dan PT Komatsu Astra Finance turun 40% menjadi Rp 1,3 triliun.

Laba bersih Divisi Alat Berat dan Pertambangan turun 26% menjadi Rp 0,7 triliun.PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan penurunan laba bersih 26% menjadi Rp 1,1 triliun, sementara pendapatan bersih menurun sebesar 17%.

Laba bersih Divisi Agribisnis mengalami penurunan sebesar 6% menjadi Rp 0,3 triliun. PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL), yang 79,7% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp 356 miliar. Produksi minyak kelapa sawit meningkat 22% menjadi 352.000 ton, yang menghasilkan peningkatan pendapatan sebesar 6% menjadi Rp 2,7 triliun, meskipun dibandingkan kuartal pertama tahun 2012 harga rata-rata CPO mengalami penurunan 16% menjadi Rp 6.464/kg. Secara keseluruhan laba bersih mengalami penurunan, disebabkan oleh tingginya biaya produksi dan biaya operasional.

Laba bersih Divisi Teknologi dan Informasi sebesar Rp 20 miliar, turun 22% dibandingkan kuartal pertama tahun 2012. PT Astra Graphia Tbk (AG), sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan agen tunggal Fuji Xerox di Indonesia, yang 76,9% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 26 miliar. (rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.