Senin, 3 Oktober 22

Kyrgyzstan Kecam Kekerasan terhadap Muslim Rohingya

Kyrgyzstan Kecam Kekerasan terhadap Muslim Rohingya
* Presiden Kyrgyzstan, Almazbek Atambayev

Presiden Kyrgyzstan, Almazbek Atambayev mengutuk pembantaian massal warga Muslim Rohingya di barat Myanmar.

ISNA melaporkan, Almazbek Atambayev Rabu (20/9/2017), saat menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB meminta seluruh pihak memanfaatkan dialog damai untuk memulihkan kondisi Myanmar.

PBB mencatat sekitar 400 ribu Muslim Rohingya terpaksa melarikan diri ke Bangladesh akibat kekerasan di Myanmar.

Sementara berdasarkan data yang ada, sejak 25 Agustus lebih dari enam ribu Muslim Rohingya dibantai ekstrimis Budha dan tentara Myanmar serta delapan ribu lainnya mengalami luka-luka.

Provinsi Rakhine sejak tahun 2012 menjadi ajang serangan militer Myanmar dan ekstrimis Budha terhadap etnis Muslim Rohingya.

Seperti diberitakan bbc.com, para penyelidik hak asasi manusia PBB meminta ‘akses penuh dan tak terbatas’ di Myanmar untuk menyelidiki krisis kemanusiaan yang menimpa warga minoritas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

“Sangat penting untuk melihat dengan mata kepala sendiri dugaan terjadinya pelanggaran HAM (di Rakhine),” kata Marzuki Darusman, ketua tim pencari fakta PBB saat berbicara di forum Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, hari Selasa (19/9).

“Terjadi krisis kemanusiaan yang sangat serius yang memerlukan perhatian sesegera mungkin,” tambahnya.

Dewan HAM PBB membentuk tim pencari fakta Maret lalu untuk menyelidiki kemungkinan pelanggaran HAM di seluruh Myanmar, dengan fokus dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan yang menimpa warga minoritas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

Tekanan para penyelidik PBB dikeluarkan hanya beberapa jam setelah pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, memberikan pidato nasional yang pertama sejak krisis kemanusiaan di negaranya pecah pada akhir Agustus. (ParsToday/BBC)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.