Minggu, 17 Oktober 21

KY Tak Takut Dilaporkan Hakim Agung ke Polisi

KY Tak Takut Dilaporkan Hakim Agung ke Polisi

Jakarta, Obsessionnews – Komisioner Komisi Yudisial (KY) Ibrahim mengatakan, pihaknya tidak takut atas ancaman yang dilontarkan oleh Hakim Agung, Timur Manurung yang hendak melaporkan komisioner KY ke Polisi jika berani menyebut dirinya kerap melakukan pertemuan dan makan malam dengan terdakwa kasus korupsi.

“Kalau ada yang merasa kepentingan pribadinya dilanggar, maka semua orang juga berhak untuk melakukan upaya hukum,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2015).

Ibrahim merupakan salah satu anggota tim panel KY yang tengah menyelidiki para Hakim Agung yang diduga telah melanggar kode etik dengan melakukan pertemuan dengan orang-orang yang sedang berperkara kasus korupsi. ‎Namun, Ibrahim mengaku KY selama ini tidak pernah menyebut nama. Pihaknya hanya mengatakan secara umum tentang prilaku hakim MA.

Untuk itu, Ibrahim meminta Timur bisa melihat persoalan ini secara menyeluruh, bahwa KY memang diberikan tugas oleh Undang-Undang untuk mengawasi kinerja hakim di Indonesia. Termasuk mengusulkan dan menetapkan Hakim Agung, serta pemberian sanksi kepada hakim yang terbukti telah melanggar kode etik. ‎Dengan begitu, Ibrahim akan tetap melanjutkan penyelidikannya.

“Jadi jangan dianggap, proses yang dilakukan KY ini merendahkan hakim. KY hanya ingin memastikan apakah yang dilaporkan masyarakat itu benar atau tidak,”terangnya.

Sebelumnya, Timur merasa geram atas sikap komisioner KY yang tengah menyelidiki dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Hakim Agung. Dia berencana melaporkan komisioner KY ke Polisi jika berani menyebut namanya telah kerap melakukan pertemuan dengan koruptor.

“Kalau dia (KY) sebut nama saya ketemu terdakwa, tersangka, saya akan lapor polisi. Coba saja!” katanya di Jakarta, Selasa (17/3/2015).

Timur‎ meminta kepada komisioner KY untuk tidak sembarangan ngomong di media, terlebih berani menyebut Hakim Agung kerap melakukan pertemuan dan makan malam dengan koruptor. Dugaan itu bahkan sudah disebutkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “Jadi jangan sembarangan ngomong, itu pelanggaran hukum,” tegasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.