Minggu, 17 Oktober 21

KY Sebut Putusan Hakim Sarpin Melanggar Hukum Acara

KY Sebut Putusan Hakim Sarpin Melanggar Hukum Acara

Jakarta, Obsessionnews – Komisioner Komisi Yudisial (KY) Taufiqurrohman Syahuri mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, hakim Sarpin Rizaldi diduga kuat telah melanggar hukum acara pidana terkait putusanya yang mengabulkan permohonan gugatan praperadilan Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Sementara‎ kita memang belum bisa temukan secara pelanggaran. Tapi yang pasti ada hukum acara yang ditabrak oleh Sarpin,” ujarnya di KPK, Selasa (10/3/2015).

Meski demikian, Taufiq belum bisa menyimpulkan apakah Sarpin telah melanggar etika atau tidak sehingga pantas mendapat sanksi untuk dipecat sebagai hakim. Sebab kata dia, menabrak hukum acara juga disatu sisi bisa diartikan sebagai suatu terobosan hukum yang sewaktu-waktu diperbolehkan oleh undang-undang.

“Karena ini sudah menjadi pembicaraan publik dan itu memang jadi perhatian, maka itu akan diteliti ada etiknya tidak terhadap penabrakan norma undang-undang itu,” jelasnya.

Salah satu yang menjadi fokus KY adalah menyelidiki putusan Sarpin yang menganggap penetapan tersangka masuk dalam objek perperadilan. Sehingga Sarpin memutuskan penetapan tersangka Budi Gunawan oleh KPK tidak sah, dan selanjutnya KPK tidak memiliki kewenangan lagi untuk mengusut kasus korupsi Budi Gunawan.

Keputusan tersebut dianggap ganjal, hakim Sarpin kemudian dilaporkan oleh Indonesia Corruption Watch, dan Pusat Studi Hukum serta para aktivis penggiat anti korupsi lainya ke KY. ‎Sarpin dinilai melanggar Kode Etik Pedoman dan Perilaku Hakim dalam Pasal 8 dan Pasal 10.

‎Sementara KY sendiri sejauh ini sudah memanggil pihak-pihak sebagai saksi diantaranya dari KPK, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Haswandi, pihak pemohon dan saksi ahli guru besar Fakultas Ilmu Hukum Universitas Katolik Parahyangan Arief Sidharta.

Taufiq mengatakan, KY nantinya juga akan memanggil Sarpin untuk dimintai keterangan. Ia berharap Sarpin mau memenuhi undangan KY dan bersikap kooperatif. Karena, dengan begitu Sarpin bisa menjelaskan kepada KY alasan mengapa dirinya mengabulkan permohonan Budi Gunawan. ‎

“KY memberi kemudahan untuk klarifikasi. Tapi kalau dia tidak gunakan hak itu untuk membela diri, berati kan merugikan diri sendiri,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.