Kamis, 9 Desember 21

Kwik Kian Gie Sepakat Mafia Ekonomi Harus Dibasmi

Kwik Kian Gie Sepakat Mafia Ekonomi Harus Dibasmi

Bandung, Obsessionnews – Ekonom Kwik Kian Gie, Jurubicara Presiden era Gus Dur Adhie Massardi dan  Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis sepakat mafia ekonomi harus dibasmi. Sikap ketiganya itu terungkap dalam program Respons di TV One bertema “Rupiah Lemah, Siapa Salah?” pada Minggu malam (30/8).

Mereka juga sepakat jika IMF untuk Indonesia saat ini tidak diperlukan, karena yang penting adalah adanya  transparansi dan korupsi ditekan. Menurut Kwik penyerapan anggaran yang kurang  di beberapa daerah, bukan karena takut korupsi, tapi birokrasinya yang terlalu banyak dan tidak mampu menjalankan program tersebut.

“Terkait dengan maraknya mafia, gejalanya sudah terlihat dengan kenaikan beberapa komoditi seperti daging sapi dan ayam yang serba mendadak,” ujar Kwik.

Dialog TV One 3

Selain itu menurut Kwik, kartel dan monopoli sangat banyak sementara para menteri tidak memahami lapangan, sehingga kondisi sangat mengkhawatirkan. “Contoh pada tahun 55 tekstil dipermainkan sehingga keadaan hancur saat itu,” tandas Kwik sambil menambahkan reshufle kabinet ternyata tidak dapat mengatasi masalah.

Kwik menilai peryataan Presiden Jokowi yang kerapkali mengajak investor untuk masuk ke Indonesia, namun ternyata tidak efektif. “Investor itu tidak bisa dihimbau, mereka memiliki tim ahli, sehingga berikan kalkulasi yang tepat agar para investor dapat masuk,” tandasnya.

Ia mencontohkan sejumlah pabrik yang ada di Singapura sudah memiliki visibility studies, sehingga mampu memberikan kepastian bagi para Investor atas keuntungan yang diperoleh. Kwik juga mengharapkan adanya diktator kepemimpinan secara positip, sehingga dapat mengendalikan keadaan.

Dialog TV One 2

Menurut Adhie Massardi, para kepala daerah yang muncul saat ini lebih banyak dibesarkan dunia maya, sehingga kemampuannya dipertanyakan, selain itu terpuruknya ekonomi Indonesia juga dipengaruhi high cost terlalu tinggi, termasuk korupsi di pelabuhan. “Ini baru di pelabuhan Tanjung  Priuk,  apalagi di pelabuhan lain,” paparnya.

Adhie ingin menyiapkan kampanye lewat film tentang pencuri yang hanya mencuri barang mewah dan memiliki  harga diri, jauh dengan kenyataan di Indonesia, dimana semuanya dicuri proyek listrik, pengadaan pesawat terbang dan sebagainya dicuri.

Ia pun menilai kebijakan fiskal tidak bisa bekerja dalam sektor real, karena bunga tinggi, sehingga saran Adhie agar pemerintah fokus dalam menyelesaikan permasalahan  ekonomi. Adhie juga menyoroti penyelesaian soal kebijakan komoditi daging sapi yang harus mengedepankan harga bukan kuota, begitupun gula daging ayam dan garam. “Garam impor bilangnya untuk industri padahal untuk konsumsi, sehingga bebas pajak,” ucapnya.

Menurut dia, negara RI perlu dinamika, sementara 10 tahun jaman SBY adem-adem saja, tetapi menterinya masuk bui atau ada masalah sedikit, mau milih yang mana?” ujar Adhie.

Dialog TV One 4

Sementara itu  pengamat hukum tata negara UI Margarito Kamis menilai para investor saat ini  takut, karena ribetnya birokrasi yang terjadi di negeri ini . Daging bermasalah, begitupun ayam dan garam. Menurutnya, setiap hari bicara reformasi birokrasi, namun yang terpenting adalah  meletakan pondasi nilai, pemahaman tentang reformasi birokrasi masih lemah. “Peniti aja kita beli dari luar,” ucap Margarito.

Ia menandaskan, kepemimpinan politik harus mengerti masalah saat ini, ada dua bos saat ini, presiden dan wapres. Seharusnya, timpal Margarito Presiden bikin apa Wapres bikin apa.

Adhie dan Margarito sepakat kalau di Kabinet ada 1 atau 2 orang lagi yang seperti Rizal Ramli, maka akan membantu pergerakan ekonomi ke arah yang positip.

Para pembicara juga sepakat agar memberikan kepemimpinan secara fokus, kepastian hukum untuk para investor, jangan menampung sampah, birokrasi bukan yang memangsa pengusaha dan tim kerja yang ok. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.