Sabtu, 25 Januari 20

Kurangi Pemanasan Global, SMPN 04 Tenggarong Tanam Pohon

Kurangi Pemanasan Global, SMPN 04 Tenggarong Tanam Pohon
* 1. Orang tua siswa menanam pohon di lahan SMPN 04 Tenggarong, Kalimantan Timur. (Foto: Tanoto Foundation Kaltim)

Masing-masing pohon kemudian diberi nama siswa  dengan kertas yang dilaminating. Tanda itu menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk merawatnya.

Sementara itu Sugiono,  salah seorang  wali kelas satu SMP 4 Tenggarong, mengungkapkan, kelak yang merasakan panennya tidak hanya anaknya, namun juga cucu-cucunya ketika bersekolah di SMP ini. Program ini juga akan berkontribusi terhadap produksi oksigen di sekeliling sekolah, sehingga anak-anak bermain dan berolahraga tidak akan kekurangan suplai oksigen. Hasil buah-buahannya nanti juga bisa dijual untuk membiayai kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Apalagi sekarang banyak kebakaran hutan yang mengurangi jumlah pohon penyerap karbon dioksida. Apabila semua sekolah melaksanakan penghijauan dan pohon yang ditanam sampai berjumlah ribuan bahkan ratusan, akan ikut secara signifikan mengurangi pemanasan global,” tegasnya.

Agus berencana kelak pada hari-hari tertentu sekolah akan mengadakan program makan sehat bersama.

“Untuk mengakrabkan warga sekolah,  suatu saat kita akan mengadakan kegiatan makan sehat bersama, salah satunya adalah buah-buahan yang dihasilkan di kebun sekolah ini,” tutur Agus.

Selain terlibat dalam kegiatan ini, orang tua siswa di SMPN 4 Tenggarong juga terlibat dalam banyak program dan kegiatan sekolah yang lain.   Mereka terlibat dalam program peningkatan budaya baca di sekolah dengan menyumbangkan buku-buku dan ikut mengawasi dan mendorong siswa membaca.  Mereka juga menyumbang untuk pengembangan fasilitas sekolah, kerja bakti dan lain-lain.

“Semuanya berbasis kesukarelaan. Kami tidak menentukan jumlah dan kapan waktunya. Kami intens diskusi tentang kebutuhan-kebutuhan siswa dan sekolah lewat grup whats app yang kami bentuk untuk tiap-tiap paguyuban kelas. Lewat cara ini kami berusaha selalu terbuka dan akuntabel dengan orang tua siswa,” pungkas  Agus. (arh)

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.