Sabtu, 8 Oktober 22

Kuntoro Mangkusubroto Kembali ke ‘Rumah’ Lama

Kuntoro Mangkusubroto Kembali ke ‘Rumah’ Lama
* Kuntoro Mangkusubroto.

Jakarta, Obsessionnews – Hampir setahun namanya menghilang dari peredaran setelah berakhirnya Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), 20 Oktober 2014. Seiring selesainya masa bakti KIB II, berakhir pula jabatan Kuntoro Mangkusubroto sebagai Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), lembaga nonkementerian yang langsung berada di bawah Presiden.

UKP4 memiliki posisi strategis, karena mengoordinasikan semua kementerian dan lembaga dalam merencanakan program kerja.

Ada kejadian menarik saat Kuntoro menjadi Ketua UKP4 yang luput dari perhatian pers. Kuntoro jarang berjas. Ia lebih sering berbaju putih dan berlengan panjang yang dilinting. Kadang-kadang juga berlengan pendek. Ia lebih sering berbaju putih saat bertemu dengan SBY di Istana Presiden. Kantor UKP4 di bekas gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jl. Veteran III, Jakarta Pusat, persis di belakang Kantor Presiden. Untuk menuju ke Istana Presiden, Kuntoro harus melewati pintu gerbang di Jl. Veteran III yang dijaga oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Pada pertengahan 2010 di pagi hari Kuntoro dipanggil SBY. Namun, seorang paspampres yang bertugas di pos Veteran III melarang Kuntoro memasuki Istana Presiden. Pasalnya, anggota Paspampres itu belum mengenal Kuntoro. Anggota Paspampres itu menegur Kuntoro yang berbaju putih lengan panjang dan melinting bajunya, sehingga terkesan tidak sopan. Ditegur demikian wajah Kuntoro memerah padam, tapi dia masih bisa menahan diri.

Beruntung staf Kuntoro yang ada di samping Kuntoro segera memberitahu anggota paspampres, bahwa pria berbaju putih adalah Kuntoro Mangkusubroto, orang kepercayaan SBY. Kini giliran anggota Paspampres yang terkejut, dan segera minta maaf, serta mempersilakan Kuntoro memasuki Istana Presiden.

Sebelumnya pada 2005-2009 SBY memberi kepercayaan pada Kuntoro sebagai Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias yang bertugas melakukan pemulihan kawasan Aceh dan Nias pasca tsunami dahsyat 26 Desember 2004. BRR berhasil membangun berbagai infrastruktur di Aceh.

Jauh sebelumnya pria kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 14 Maret 1947 adalah Menteri Pertambangan dan Energi di era Orde Baru (1998) dan Menteri Pertambangan dan Energi di Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999) . Kemudian di era reformasi Presiden Abdurrahman Wahid memberi jabatan kepadanya sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) periode 2000-2001.

Setelah terjadi pergantian kepemimpinan dari SBY ke Jokowi, sejumlah kalangan memprediksi Jokowi akan ‘menghabisi’ orang-orang dekat SBY di berbagai badan usaha milik negara (BUMN). Namun, ramalan itu tak sepenuhnya benar. Buktinya, Jokowi menunjuk Kuntoro sebagai Komisaris Utama PLN, menggantikan Chandra M. Hamzah. Ini artinya Kuntoro kembali ke ‘rumah’ lamanya.

“Pak Kuntoro diminta Presiden untuk memimpin PLN sebagai Komisaris Uama menggantikan Pak Chandra,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Istana Negara, Selasa (13/10/2015).

Menurut Sudirman, PLN membutuhkan orang yang paham betul mengenai energi dan beliau lama di energi. Dia menjelaskan, proses pergantian Komisaris Utama PLN ini sepenuhnya diserahkan Presiden kepada Menteri BUMN Rini Soemarno. (Arif RH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.