Senin, 19 April 21

Kunjungi Kajati Banten, Ketum GPHN-RI: Ajudan Kajati Banten Layak Diangkat Sebagai Jubir

Kunjungi Kajati Banten, Ketum GPHN-RI: Ajudan Kajati Banten Layak Diangkat Sebagai Jubir
* Ketum GPHN RI, Madun Hariyadi kunjungi Kajati Banten. (Foto: MD)

Banten, Obsessionnews – Ketua Umum GPHN-RI Madun Hariyadi kunjungi Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten dalam rangka koordinasi dengan Kajati Banten terkait persoalan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi BJB Cabang Tangerang.

Namun disayangkan, Ketum GPHN RI malah berdebat dengan Ajudan Kajati Banten bernama Rauf depan awak media di ruang PTSP Kejaksaan Tinggi Prov. Banten.

Madun Hariyadi mengatakan kepada wartawan tentang perdebatan dengan ajudan Kajati Banten, dikarenakan berawal dari kekecewaannya karena terlalu lama menunggu Kajati Banten.

“Ajudan yang sempat adu argumen dengan saya karena saya menyampaikan kepada tim juga didengar Satpam dan semua orang yang berada ruang PTSP”, kata Madun kepada wartawan, Kamis (26/2/21).

Saya mengatakan kepada Tim dengan ucapan, “kalau hari ini Kajati Banten tidak berkenan bertemu, saya mengajak kawan untuk ganti seragam dan kita selesaikan mereka melalui jalur hukum. Hari ini kita masih sabar dan memakai baju formal, dan saya juga katakan saya bawa bukti adanya dugaan perbuatan tercela dalam penanganan perkara BJB tersebut”, ungkap Madun.

Setelah itu, kata Madun ucapan saya disampaikan satpam ke Ajudan hingga Ajudan naik pitam menemui saya.

Namun, kata Madun, bahwa ucapan itu terungkap dikarenakan saya sudah lelah menunggu, karena sudah dua hari bolak balik ke Kejati Banten untuk bisa berkordinasi dengan Kajati Banten terkait penanangan perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi BJB Cabang Tangerang.

“Ajudan Kajati Banten berdebat sama saya itu wajar saja, karena itu kewajibannya dia sebagai kepala keamanan di Kejati Banten. Saya juga merasa senang Ajudan menegur saya, kalau bisa Ajudan Kajati Banten tersebut layak jadi Jubir dan layak untuk di angkat jadi PNS bila belum”, ujar Madun.

Tapi hal ini sudah tidak ada masalah setelah Asintel Kejati Banten Adhy menemui Madun Hariyadi. Terkejut, setelah saling buka masker Madun dan Asintel ternyata saling kenal.

Akan tetapi, Madun menegaskan bahwa persoalan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi BJB Cabang Tangerang saya akan terus kawal jalanya proses hukum sampai menjadi terang benderang, tegas Ketum GPHN-RI. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.