Rabu, 28 September 22

Breaking News
  • No items

Kunjungan Wisatawan ke Perkampungan Suku Baduy Dibatasi

Kunjungan Wisatawan ke Perkampungan Suku Baduy Dibatasi
* Perkampungan Suku Baduy. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.comKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Keatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung permintaan masyarakat Suku Baduy untuk membatasi kunjungan wisatawan yang datang ke perkampungan Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten.

Baca juga: Jalan Kaki, Suku Baduy Dalam Ikut Upacara di Istana

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Hari Santosa Sungkari mengatakan, pengunjung yang hendak berkunjung ke Desa Kanekes atau yang ingin berkunjung ke perkampungan Suku Baduy dalam harus menghormati dan mematuhi aturan adat yang sudah ada.

“Kita menganut Sustainable Tourism. Artinya kita menjaga agar (wisatawan) tidak berjibun-jibun yang datang, dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan fisik dan budaya sehingga budaya itu tetap eksis, fisiknya tetap lestari,” kata Hari dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/7/2020).

Baca juga: Dapatkan Madu Asli Baduy di UMKM Ini

Sementara itu, Perwakilan Suku Baduy Uday Suhada mengungkapkan, keinginan Suku Baduy untuk mengganti istilah ‘Wisata Budaya Baduy’ menjadi ‘Saba Budaya Baduy’ sebenarnya telah dicetuskan dan ditulis dalam Perdes Saba Budaya pada 2007.

”Saba ini bermakna silaturahmi, saling menghargai dan menghormati antar adat istiadat masing-masing. Di atas itu semua, saling menjaga dan melindungi nilai-nilai yang berkembang dan hidup di masyarakat setempat dan masyarakat yang datang berkunjung,” ujar Uday.

Baca juga: FOTO Warga Suku Baduy Tawarkan Hasil Kerajinan

Hal senada juga ditambahkan oleh salah seorang tetua adat Suku Baduy Dalam, Ayah Mursid. Ia meminta agar aturan Saba Budaya Baduy lebih diperjelas dan disosialisasikan dengan optimal.

“Kami berharap (saba budaya) diperjelas aturannya. Mana saja rute yang boleh dan tidak boleh dilewati menuju Kampung Baduy, dan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikerjakan,” ujar Mursid.

Mursid juga memberikan masukan agar didirikan pusat informasi mengenai Suku Baduy di luar perkampungan adat. Sehingga, calon pengunjung yang ingin mendatangi Kawasan Adat Baduy bisa mempelajari terlebih dahulu apa saja adat istiadat yang ada serta menjelaskan tujuan kedatangannya.

Baca juga: Suku Baduy Sambangi Pengadilan Tipikor

Dengan begitu, pihak Kemenparekraf akan menampung segala aspirasi yang telah disampaikan oleh para perwakilan tetua adat Suku Baduy dan mempertimbangkan rencana pembuatan aplikasi sebagai pusat informasi dan sarana pendaftaran bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Kawasan Adat Suku Baduy.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya menyampaikan dukungan terhadap segala upaya pelestarian budaya Suku Baduy sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan. Pemda Lebak selama ini terus berkonsolidasi dengan masyarakat Suku Baduy dalam upaya Saba Budaya Baduy.

“Saat ini kami sedang dalam proses penyedian lahan di dekat perkampungan Baduy untuk dijadikan sebagai Information Center agar wisatawan lebih mengetahui bagaimana budaya Baduy pada umumnya dan informasi kegiatan Saba Baduy pada khususnya, sebelum masuk ke Perkampungan Baduy,” katanya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.