Sabtu, 18 September 21

Kunjungan Pansus ke Sukamiskin Bermuatan Politis

Jakarta, Obsessionnews.com –  Panitia Khusus (Pansus) Angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menemui terpidana kasus korupsi di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat pada Kamis (6/7/2017). Hal tersebut dilakukan untuk penyelidikan terhadap kinerja KPK dalam menggali informasi soal penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan yang dialami para narapidana yang ditangani oleh KPK.

Pansus ini mengklaim, bahwasanya tugas KPK perlu untuk di evaluasi untuk meningkatkan pencegahan tindak pidana korupsi di Indonesia, evaluasi ini juga dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan terkait dugaan pelanggaran SOP yang dilakukan KPK dalam melakukan penindakan.

Menanggapi hal tersebut, Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donald Fariz menilai kunjungan pansus KPK ke Sukamiskin, yang dipimpin oleh Agun Gunandajar tersebut bermuatan politis. Bahkan menurut lembaga ini yang dilakukan pansus KPK hanya sebuah panggung sandiwara untuk mencari-cari kesalahan KPK.

“Jika setiap tahapan proses hukum yang dilakukan oleh KPK sudah diuji oleh peradilan akan dinilai oleh pansus dan koruptor, maka sudah ditebak kunjungan pansus akan bermuatan politis,” ujar Donald.

Menurutnya, Sukamiskin dan Pondok Bambu akan menjadi panggung sandiwara Pansus untuk mencari-cari kesalahan KPK yang dibumbui cerita koruptor.

Donald menambahkan, tujuan Pansus menemui napi koruptor hanya untuk mengorek bagaimana pemeriksaan KPK dalam satu kasus korupsi. “Ini jelas adalah kolaborasi koruptor dan pansus hak angket untuk melemahkan bahkan membubarkan KPK,” papar Donald.

Seperti diketahui, pagi ini rombongan Pansus angket berangkat dari DPR menuju Lapas Sukamiskin. Ketua Pansus angket, Agun Gunandjar memimpin langsung kunjungan ini bersama wakilnya, Dossy Iskandar. Selain itu, anggota pansus yang ikut ke Sukamiskin adalah M Misbakhun. (Iqb)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.