Senin, 27 Januari 20

KUD Koto Salak di Kabupaten Paling Ujung Sumbar Tumbuh Pesat

KUD Koto Salak di Kabupaten Paling Ujung Sumbar Tumbuh Pesat
* Ketua KUD Koto Salak H Moh Yunus, berfoto bersama sejumlah pengurus.

Dharmasraya, Obsessionnews.com – Kabupaten Dharmasraya merupakan wilayah paling ujung Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang berbatasan dengan Provinsi Riau dan Jambi. Jarak dari kota Padang, 210 km, jika ditempuh jalan darat lewat lintas Sumatera, butuh waktu sekitar 5 jam.

Namun, dari kota paling ujung itu, kKoperasi justru tumbuh pesat dan berkembang. Salah satunya adalah KUD Koto Salak, di Nagari (desa) Kurnia Koto Salak, Sungai Rumbai, Dharmasraya, yang memperoleh penghargaan Koperasi Berprestasi 2018. Ini tercatat kedua kalinya setelah pada 2013 juga mendapatkan penghargaan serupa pada puncak peringatan Harkopnas di NTB. 

Dharmasraya yang merupakan hasil pemekaran wilayah kabupaten Sijunjung 14 tahun lalu, berkembang sebagai salah satu penghasil kelapa sawit (buah pasir menurut istilah setempat-red). Penghasil kelapa sawit terbesar adalah di kecamatan Sungai Rumbai. 

“Keberhasilan KUD Koto Salak, meraih penghargaan koperasi berprestasi tingkat nasional ini, tidak lain adalah berkat perjuangan, kerjasama dan kegigihan anggota dan pengurus dalam bekerja,” ungkap Ketua KUD Koto Salak, H Moh Yunus melalui siaran pers, Rabu (18/7/2018).

Yunus mengatakan, KUD Koto Salak awalnya adalah petani-petani kelapa sawit yang tergabung dalam sejumlah kelompok. Karena bekerja di sektor yang sama, maka timbullah keinginan dari petani-petani  ini untuk membentuk koperasi, agar bisa meningkatkan bargaining juga mendapatkan status badan hukum untuk bisa melakukan berbagai langkah pengembangan usaha. 

KUD tersebut berdiri pada 1991 sesuai badan hukum No: 2113/BH-XVII. KUD itu berjalan tertatih-tatih dan menjalani masa sulit. “Awalnya kantor KUD kai berada di camp atau mess perkebunan kelapa sawit. Dan secara perlahan KUD Koto Salak mulai bangkit menjadi koperasi kelapa sawit yang diperhitungkan di kabupaten Dharmasraya,” katanya. 

Lalu setelah dikeluarkan sertifikat klasifikasi oleh Dinas Koperasi Perekonomian dan Perdagangan (Diskoperindag) Dharmasraya dengan nilai A sangat mantap pada 2004, KUD itu memiiliki sumber penghasilan dari perkebunan kelapa sawit itu semakin menampakkan hasilnya.

Bahkan pada 2005, KUD itu meraih penghargaan sebagai koperasi berprestasi dari Pemkab Dharmasraya. Penghargaan tersebut memacu semangat serta motivasi bagi pengurus dan anggota untuk lebih baik. 

“Hal tersebut dapat dibuktikan atas pencapaian dalam meraih penghargaan koperasi berprestasi dari Pemkab Dharmasraya dan Pemprov Sumbar pada 2009. Kemudian meraih penghargaan UMKM  koperasi berprestasi jenis produsen tahun 2013,” katanya.

Ia melanjutkan, pada tahun yang sama Diskoperindag Dharmasraya juga mengeluarkan sertifikat klasifikasi dengan nilai A untuk KUD Koto Salak. Tak berselang beberapa bulan kemudian, KUD Koto Salak juga meraih penghargaan dari Kementerian Koperasi RI dalam kategori KUD berprestasi tingkat nasional. Penghargaan itu diserah¬kan oleh Presiden RI di Provinsi NTB.

Sementara pada 2015, KUD Koto Salak juga meraih penghargaan dari Dinas Koperindag Dharmasraya sebagai KUD terbaik. Baru-baru ini, Ketua KUD Koto Salak juga menerima penghargaan dalam kegiatan pertemuan nasional sawit Indonesia di gedung Kementerian Keuangan RI Jakarta. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.