Sabtu, 18 September 21

Kubu Romy Tawarkan Dua Solusi Agar PPP Ikut Pilkada

Kubu Romy Tawarkan Dua Solusi Agar PPP Ikut Pilkada

Jakarta, Obsessionnews – Juru bicara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Romahurmuziy, Arsul Sani, menawarkan dua solusi kepada kubu Djan Faridz agar PPP bisa mengikuti Pilkada serentak pada Desember 2015.

Pertama, PPP bisa mencontoh model islah yang disepakati Partai Golkar‎. Dimana mereka mengedepankan kepentingan bersama agar kader Golkar di daerah bisa ikut Pilkada, meski pada prinsipnya, proses atas konflik Golkar masih berlangsung di pengadilan.

“Model islah Golkar merupakan salah satu alternatif, meskipun kita masih harus menunggu bagaimana mereka menyelesaikan poin pentingnya,” ujar Arsul, kepada Obsessionnews, Kamis (4/6/2015).

Poin penting yang dimaksud kata Arsul yakni, tentang siapa nantinya yang akan menandatangani SK persetujuan calon kepala daerah di Komisi Pemilihan Umum. Poin ini menjadi penting, karena menyangkut pengakuan dari KPU tentang kepengurusan mana yang sah untuk mendaftarkan calon kepala daerah.

Dan sejauh ini, Arsul mengaku pihaknya belum melakukan pertemuan untuk membahas rencana islah PPP dengan kubu Djan Faridz. Ia sendiri menginginkan agar PPP segera islah demi menyelamatkan kader PPP di daerah. Namun, usahanya tidak pernah berhasil.

“Bagaimana mau bicara wong mereka menutup diri,” tuturnya.

Solusi kedua, bila islah model Golkar tidak bisa dijadikan solusi. Maka, jalan satu-satunya adalah mendesak Mahkamah Agung (MA) untuk mempercepat proses hukum atas konflik PPP. Sehingga, sudah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tentang kepengurusan PPP mana yang sah.

“Alternatif lain sebagai solusi ya kami harus minta kepada MA untuk mempercepat proses hukum sehingga sebelum 26 Juli sudah ada putusan inkracht,” jelasnya.

Berbeda dengan Arsul, sebelumnya Djan Faridz justru ingin menitipkan kadernya ke Koalisi Merah putih (KMP). Bila ternyata PPP tidak bisa mengikuti Pilkada. Baginya ini adalah solusi yang tepat untuk menyelamatkan PPP. Sebab ia tidak mau islah jika harus mengakui kepengurusan Romahurmuziy.‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.