Rabu, 12 Agustus 20

Kubu Agung Tolak Ketum Golkar Dipilih Aklamasi

Kubu Agung Tolak Ketum Golkar Dipilih Aklamasi

Jakarta – Ketua Presidium Penyelamatan Partai Golkar, Agung Laksono mengatakan, pihaknya ingin mengembalikan kepemimpinan Golkar sesuai ketentuan partai, sehingga pergelaran Musyawarah Nasional (Munas) perlu ada payung humum yang jelas.

“Payung hukum yang dilakukan adalah anggaran dasar atau sebuah rekomendasi dari munas yang diadakan di Riau yang lalu, 4-8 oktober,” jelas Agung di DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Mengapa demikian, lanjut Agung, Anggaran Dasar Partai Golkar mengamanatkan bahwa masa bakti hanya 5 tahun. “Jadi, kalau 4 Oktober 2009 sekarang kan 4 Oktober 2014 sudah harus dilaksanakan, tapi kan sudah lewat,” jelasnya.

Menurut Agung, DPP Golkar memiliki pandangan bahwa ada rekomendasi sebagai payung hukum tahun 2015, yang pelaksanaannya diikuti pada bulan Januari.

“Cuma sekarang tiba-tiba (diputuskan Munas) tanggal 30 November, itu secara teknis juga tampaknya tidak mungkin dilakukan, kecuali kalau menghasilkan sebuah munas yang tidak bermutu,” cibirnya terhadap keputusan Munas pada 30 Novemver 2014 yang sudah diumumkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) .

“Kami tidak mengatakan tidak gabung menggabung, tapi akan melaksanakan sidang DPP partai golkar yang itu pada januari 2015, sehingga cukup waktu untuk daerah-daerah mempersiapkan diri dan bagi kami juga biar munas terselenggara dengan baik,” tambahnya.

Namun, Agung mengaku tidak menghendaki adanya munas partai Golkar tandingan. “Saya tidak menghendaki seperti itu. Kalau bisa satu saja. Nanti pada waktunya dalam pandangan kami januari 2015. Dan itu ditetapkan pada sidang pleno,”katanya.

Akan tetapi Agung meyakini suara DPP Golkar¬† akan beralih ke munas pada bulan Januari nanti. “Ya, tapi yang laksanakan saudara yoris sebagai ketua penyelenggara,” akuinya.

Dia juga mengatakan Munas pada bulan Januari nanti akan dilaksanakan di Jakarta. Namun, kata Agung, yang jelas harus dipilih tidak langsung aklamasi.

“Saya kira lebih baik kami berkompetisi secara sehat. Saya kira soal head to head bisa saja, tapi yang jelas harus dipilih tidak langsung aklamasi,” pungkasnya. (Pur)

 

Related posts