Senin, 27 September 21

Kubu Agung Minta KPU Jernih Soal Kepengurusan Golkar

Kubu Agung Minta KPU Jernih Soal Kepengurusan Golkar
* Zainuddin Amali

Jakarta, Obsessionnews – Sekretaris Jenderal Partai Golkar versi Munas Ancol, Zainuddin Amali meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk jernih dalam memilih kepengurusan Partai Golkar mana yang layak untuk mendaftarkan calon kepala daerah dalam Pilkada mendatang.

Amali menegaskan, bahwa konflik Partai Golkar dengan kubu Aburizal Bakrie masih berlanjut di Pengadilan. Untuk itu kata dia, jangan sampai KPU nanti salah memilih, karena amali sangat yakin, kubunya akan dimenangkan oleh putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.

“KPU harus hati-hati betul dengan siapa mereka akan tanda tangan pendaftaran Pilkada,” ujar Amali di DPR, Kamis (4/6/2015).

Anggota Komisi III DPR ini menjelaskan, KPU harus punya pertimbangan untuk menentukan itu. Sebab, bila ia memilih kubu Aburizal untuk melakukan tanda tangan. Namun, ternyata di pengadilan nantinya, ternyata hakim memutuskan kubu Agung yang sah, maka legalitasnya nanti bisa dipertanyakan.

Menurutnya, ‎islah yang disepakati saat ini memang bukan islah yang sebenarnya. Kedua kubu hanya sepakat untuk menandatangani perjanjian, agar kader Golkar bisa ikut Pilkada. Ia mengatakan, untuk menentukan pengurus yang sah memang harus menunggu putusan pengadilan. Tidak bisa saling mengklaim.

“Tidak bisa soal kepengurusan ini kita putuskan pada keinginan masing-masing,” ujarnya.

Diketahui, kubu Agung dan Aburizal sudah sepakat mendahulukan kepentingan Partai Golkar agar bisa mengikuti Pilkada. Selain itu, setuju membentuk tim penjaringan bersama di daerah, memilih calon yang akan diusung dalam pilkada serentak sesuai dengan kriteria yang disepakati, dan terakhir menyerahkan proses pendaftaran calon kepala daerah pada pada kepengurusan Golkar yang diakui KPU.‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.