Rabu, 29 September 21

Kuatkan NKRI, DPD Garda Muda Palapa Gelar Diskusi Hukum

Kuatkan NKRI, DPD Garda Muda Palapa Gelar Diskusi Hukum

Semarang, Obsessionnews – Selaku salah satu wadah pemuda, DPD Garda Muda Palapa (GMP) Kota Semarang menggelar diskusi publik bertema “Hukum Sebagai Keadilan, Permainan dan Bisnis” di RM Wong Ndeso, Ngaliyan, semarang, Rabu (25/11/2015) malam.

Puluhan peserta yang mayoritas anak muda, berasal dari berbagai kalangan. Mulai PERMAHI UIN Walisongo, perwakilan UKM Amanat UIN Walisongo, Justisia, KNPI Kecamatan Ngaliyan, Komunitas Mahasiswa Madura hingga delegasi dari Undip dan Unissula Semarang.

Hadir dalam acara sebagai narasumber, Kasat Binmas Polrestabes Semarang Kompol Restiana Pasaribu, FKUB Semarang Rustam DKA Harahap, Dosen Fakultas Hukum UIN Walisongo Semarang, Mohammad Harun SAg MH dan Pengamat Hukum Magister Ilmu Hukum Unnes Moh. Doni Arifin SHI MH.

Ketua Umum DPD GMP Semarang, Kholil Sa’roni mengatakan, acara ini sebagai bentuk eksistensi dan konsitensi para kaum muda mengawal keutuhan negara dalam bidang hukum.

“Sebagai generasi muda hari ini harus pandai melihat situasi dan kondisi Negara yang kita cintai ini, salah satunya harus faham dan melek hukum,” kata dia saat dihubungi usai acara, Jum’at (27/11/2015).

Pada praktiknya, Indonesia sebagai negara hukum masih belum sepenuhnya berdaulat dalam aspek penegakan keadilan hukum

“Hukum Indonesia hari ini, masih banyak fenomena penegakan keadilan yang belum berkeadilan. Masih ada unsur permainan dan bahkan sebagai ajang bisnis demi kepentingan individu maupun kelompok,” tuturnya.

Diakhir sambutannya, Kholil menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPP GMP pusat di Jakarta, Nana Ratna Piranti dan Sekjendnya Harjono, yang sepenuhnya mendukung kegiatan diskusi publik ini.

Sementara Mohammad Harun mengatakan, moralitas menjadi garda depan, utamanya terkait keberlangsungan hukum secara praktis. Sebab, kesadaran penegak hukum di Indonesia belum mampu meletakkan moral sebagai patokan dasar menegakkan hukum.

“Juga sangat kecilnya masyarakat Indonesia yang bermoral dan cenderung serakah sehingga efek dominonya adalah tindakan-tindakan yang melawan hukum,” katanya.

Dengan adanya tarik menarik antara hukum dan politik maupun sebaliknya maka kepentinganlah yang ada dan hukum akan dikalahkan oleh kepentingan itu.

Sedangkan Kasat Binmas Polrestabes Semarang, Kompol Restiana Pasaribu mengatakan, tingginya angka kriminalitas di kalangan remaja, memicu reaksi preventif kepolisian saat menindak kejahatan yang dilakukan remaja serta anak-anak.

“Tidak ada upaya dari kepolisian untuk memainkan bahkan menjual belikan dalam menegakkan hukum. Karena sesungguhnya kepolisian pun memiliki tanggung jawab yang sangat berat untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat,” kata dia.

Sebagai anggota Polri, tambahnya, sudah bersumpah untuk menjadi alat Negara sebagai penegak hukum. Sehingga, harus menunjukkan kinerja bahwa polisi sebagai caturwangsa mampu mengemban amanah dan betul-betul menjaga martabat institusi yang no player dan no korup.

“Ada banyak tindakan dari kepolisian dalam kaitannya menangani kasus-kasus, yaitu dengan pendekatan secara emosional dan lebih arif baik kepada korban maupun tersangka serta keluarga korban dan keluarga tersangka,” tambahnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.