Rabu, 21 Oktober 20

Kuartal III 2018 Pendapatan Usaha Adaro Energy Naik 9 Persen

Kuartal III 2018 Pendapatan Usaha Adaro Energy Naik 9 Persen
* Adaro. (CNBC Indonesia)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kinerja PT Adaro Energy, Tbk semakin mengkilap saja. Bagaimana tidak, pada kuartal III tahun ini Adaro mampu menyetor royalti sebesar 277 juta dolar AS ke Pemerintah Indonesia. Setoran ini naik 9 persen dibandingkan tahun lalu, hal itu di karenakan meningkatnya pendapatan usaha Adaro.

Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir menjelaskan, pendapatan usaha Adaro Energy naik 9 persen menjadi 2,6 miliar dolar AS. Pendapatan usaha yang naik ini karena harga batu bara di pasaran yang relatif tinggi sehingga bisa meningkatkan pendapatan usaha perusahaan.

“Kami mencapai hasil yang memuaskan, dengan dukungan kenaikan EBITDA operasional dan laba inti year on year sebagai hasil kinerja yang solid di seluruh pilar bisnis perusahaan,” ujar Garibaldi, Rabu (31/10/2018).

Pria yang akrab disapa Boy ini optimistis kedepan harga batu bara di pasar juga masih baik. Menurutnya, pasar batu bara masih akan tetap berkelanjutan sehingga harapannya perusahaan bisa mengantongi pendapatan yang juga besar dan bisa memberikan kontribusi kepada negara.

“Kami tetap memiliki keyakinan terhadap fundamental pasar batu bara di jangka panjang dan terus mengeksekusi prioritas strategis untuk memastikan penciptaan nilai yang berkelanjutan dan di saat yang sama mempertahankan posisi keuangan yang sehat serta menghasilkan laba yang tinggi,” ujar Boy.

Selain mencatatkan pendapatan usaha yang naik, laba inti perusahaan juga naik 6 persen menjadi 526 juta dolar AS. Kedua pencapaian ini didorong dari kenaikan produksi batu bara Adaro sebesar 14 persen pada kuartal III tahun ini jika dibandingkan pada kuartal II.

“Pada kuartal III 2018, Adaro menghasilkan kenaikan 14 persen pada produksi batu bara dibandingkan kuartal II 2018 karena mulainya musim kemarau dan kondisi cuaca yang jauh lebih baik,” ujar Boy.

Boy menjelaskan Adaro juga mencatat EBITDA operasional yang tinggi sebesar 1,06 miliar dolar AS pada Januari-September 2018. Angka tersebut naik 5 persen dari tahun sebelumnya, dengan dukungan harga jual rata-rata yang baik dan volume penjualan yang solid pada periode ini. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.