Senin, 14 Oktober 19

Kualitas SDM Indonesia Peringkat 87 dari 157 Negara

Kualitas SDM Indonesia Peringkat 87 dari 157 Negara
* Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama setelah acara Penganugerahan Habibie Award 2018 di Hotel Le Meredian, Jakarta, Selasa (13/11/2018). (Foto: Kemenkeu)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Kerja sama antar pemangku kebijakan penting dilakukan dalam upaya peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM). Saat ini, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bank Dunia, kualitas SDM Indonesia berada pada peringkat 87 dari 157 negara, sehingga masih perlu perbaikan yang menyeluruh dengan dukungan semua pihak.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada acara Penganugerahan Habibie Award 2018 di Hotel Le Meredian, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

“Investasi di human capital bukan hanya tanggung jawab Pemerintah. Bukan hanya tanggung jawab dari satu kementerian, tetapi merupakan kolaborasi dari semua stakeholders. Di Pemerintah sendiri, seluruh kementerian mestinya ikut meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia,” tandas Sri.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintahan dengan institut-institut seperti Habibie Center dengan dunia akademik maupun dengan swasta akan terus ditingkatkan dan diperkuat, sehingga memperbaiki kualitas SDM di Indonesia dengan lebih efektif dan cepat.

Alokasi 20% APBN untuk Pendidikan

Dalam kesempatan tersebut Sri memaparkan beberapa upaya Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) antara lain berupa alokasi 20% dana APBN untuk sektor pendidikan sesuai amanah konstitusi.

Secara khusus Sri menggarisbawahi Pemerintah berfokus pada pengembangan riset. Direncanakan Kemenkeu akan mengalokasikan anggaran awal untuk dana abadi penelitian sebesar sekitar Rp1 triliun mulai tahun 2019. Skema ini dilakukan berkaca pada kesuksesan dana abadi beasiswa yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang sekarang mengelola dana abadi beasiswa sebesar Rp55 triliun.

“Anggaran pendidikan yang meningkat termasuk mulai tahun 2019 akan dilakukan juga pembinaan dalam bentuk seat money atau anggaran awal untuk membangun yang disebut anggaran penelitian abadi. Kita mulainya dengan sekitar hampir Rp1 triliun. Sama seperti LPDP sekitar 8 tahun yang lalu, mulainya dengan Rp1 triliun, dan sekarang mencapai Rp55 triliun,” jelasnya.

Ia berharap anggaran penelitian yang tersebar di beberapa instansi Pemerintah dapat dikonsolidasikan sehingga bisa lebih optimal.

“Saya berharap bahwa seluruh anggaran penelitian yang mencapai Rp22 triliun di seluruh kementerian-lembaga akan bisa makin dikonsolidasikan, sehingga membawa dampak yang makin baik,” tegasnya. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.