Minggu, 3 Maret 24

KTT AIS Forum 2023 Berpotensi Berikan Dampak Positif pada Pariwisata Bali

KTT AIS Forum 2023 Berpotensi Berikan Dampak Positif pada Pariwisata Bali
* Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam jumpa pers "AIS Forum 2023", Selasa (10/10/2023) di Bali Nusa Dua Conference Center (BNDCC). (Foto: Kemenparekraf)

Obsessionnews.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno meyakini bahwa penyelenggaraan event MICE “KTT AIS Forum 2023” yang melibatkan partisipasi dari 51 negara pulau dan kepulauan di seluruh dunia akan memberikan dampak positif pada sektor pariwisata Bali.

“Dampaknya dipastikan sangat signifikan, utamanya dapat dilihat dari tingkat hunian hotel di Nusa Dua dan sekitarnya yang meningkat,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (11/10/2023).

Baca juga: KTT G20 Diharapkan Mampu Memberikan Kesejahteraan dan Harmonisasi untuk Manusia Serta Alam Semesta

Menparekraf menyatakan bahwa untuk menghitung angka pasti dampak dari forum yang berlangsung pada 10 hingga 11 Oktober ini akan memerlukan evaluasi lebih lanjut. Namun, sebagai perkiraan awal, Menparekraf Sandiaga memproyeksikan bahwa dampaknya bisa mencapai antara 1,5 hingga 2 juta dolar AS. Proyeksi ini didasarkan pada perkiraan jumlah rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan sebesar 1.500 dolar AS.

“Dalam event MICE ini, lebih dari 50 negara terlibat, dan dengan total peserta mencapai 1.000 orang, dampaknya bisa sangat signifikan,” ujar Sandiaga.

Menparekraf juga percaya bahwa dampaknya tidak hanya berkaitan dengan fasilitas akomodasi, tetapi akan lebih luas, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sandiaga mengungkapkan bahwa salah satu pejabat tinggi dari Papua Nugini telah berbelanja produk ekonomi kreatif karya seniman Bali, berupa lukisan senilai 15 ribu dolar AS.

“Ini menunjukkan kualitas pengeluaran (spending) wisatawan MICE yang tinggi, sehingga dapat memberikan dampak signifikan pada ekonomi lokal,” ujar Sandiaga.

Baca juga: Jelang Asean Summit dan KTT G20, Labuan Bajo Perkuat Kualitas Layanan Penerbangan Internasional

Lebih lanjut, Menparekraf Sandiaga mengatakan bahwa AIS Forum 2023 juga membuka peluang investasi dalam sektor pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Acara ini juga diisi dengan berbagai side event yang dihadiri oleh beberapa investor.

Secara global, investasi yang diperlukan untuk mendukung pariwisata berkelanjutan diperkirakan mencapai sekitar 100 miliar dolar AS. Indonesia sendiri menargetkan nilai investasi di sektor pariwisata berkelanjutan sekitar 6 hingga 8 miliar dolar AS.

“Namun lebih dari itu semua, yang ingin kita dorong dari Forum Negara Pulau dan Kepulauan ini adalah terwujudnya blue economy dan kesiapan sektor pariwisata dalam menghadapi ancaman perubahan iklim,” tambah Sandiaga. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.