Rabu, 18 September 19

Kronologi PNS Dimutilasi, Pelaku Sempat Berhubungan dengan Korban

Kronologi PNS Dimutilasi, Pelaku Sempat Berhubungan dengan Korban
* Rekonstruksi kasus mutilasi terhadap seorang PNS Kemenag kota Bandung. (Foto: Inews))

Jakarta, Obsesionnews.com – Kasus mutilasi terhadap seorang wanita berinisial KW (51) di Banyumas, Jawa Tengah, telah terungkap. Korban adalah seorang bekerja PNS Kemenag di Kota Bandung. Sedangkan pelaku adalah kekasih gelapnya berinisial DP (37), seorang residivis kasus penculikan mahasiswi.

Sebelum melakukan aksi sadisnya pelaku dan korban ternyata sempat melakukan hubungan intim di sebuah kos-kosan DP yang sudah disewa oleh korban. Saat itu KW berkunjung ke kontrakan DP di Jl H Hasan, Kota Bandung pada Minggu (07/7/2019).

Di hari naas itu, KW tanpa malu-malu mengganti bajunya dengan daster di depan DP. Setelah keduanya menyeduh minuman hangat. Persitiwa hubungan intim atau hubungan badan pun terjadi. Saat melakukan hubungan badan, niat jahat DP kemudian diwujudkan.

Pelaku ternyata sudah merencanakan aksi pembunuhan itu, dengan membeli palu dan menyiapkannya sebelum akhirnya dipakai untuk memukul kepala korban hingga tewas. Melihat korban sudah tak berdaya, pelaku membawa korban ke dalam kamar mandi.

Setelah korban sudah terkapar di kamar mandi, pelaku pun keluar untuk membeli wadah sebanyak tiga unit dan sebilah golok. Uang untuk membeli perlengkapan tersebut, diambil pelaku dari dompet korban.

Bagian tubuh korban kemudian dimasukkan ke dalam bungkusan plastik dan dimasukkan ke dalam wadah yang sudah disiapkan. Kanit 3 Reskrim Polres Banyumas IPDA Rizky Adhiyanzah, mengatakan bahwa tubuh korban dibagi menjadi tiga bagian.

Bagian pertama ialah kepala dan kedua tangan, bagian kedua ialah badan, dan bagian ketiga ialah pinggul hingga ke kaki. Untuk mengangkat ketiga boks tersebut, pelaku meminta bantuan kepada orang yang kebetulan sedang menghadairi kondangan di sekitar kos-kosan tersebut.

“Pelaku meminta bantuan orang lain mengangkat kontainer yang berisi potongan badan korban. Pelaku mengatakan kepada orang tersebut bahwa isi kontainer tersebut adalah barang pecah belah,” katanya, Sabtu (13/7/2019).

Kontainer yang berisi potongan tubuh tersebut disusun oleh pelaku di bagian belakang mobil korban berwarna silver bernomor polisi D 1058 VBQ. Pelaku langsung membawa mobil dan potongan tubuh korban ke Banyumas.

Secara tegas Kanit 3 Reskrim Polres Banyumas mengatakan bahwa pengakuan pelaku tentang lokasi mutilasi di Bogor, adalah pengakuan yang bohong. Potongan tubuh korban dibawa oleh pelaku ke Banyumas yang kemudian dibakar di suatu lokasi.

Proses rekonstruski berakhir sekira pukul 15.30 WIB yang dimulai pukul sekira pukul 13.30 WIB. Proses mutilasi dilakukan pada Minggu (07/7/2019) sekitar sore hari. Kepolisian Resort Banyumas membawa terduga pelaku mutilasi DP (37) ke kosan yang telah dihuninya selama dua minggu.

Polisi sengaja membawa pelaku ke Bandung untuk mengetahui persis kejadian mutilasi tersebut dalam rangkaian rekosntruksi. Saat rekonstruksi, DP memperagakan prosesnya mulai dari bertemu korban hingga memutilasi korban di kamar mandi kos-kosan.

Awalnya, korban dan pelaku berjalan menaiki anak tangga menuju kamar kostan pelaku. Pelaku membuka pintu kamar dan masuk bersama korban sembari duduk di karpet yang terbentang di kamar berukuran sekira 3 x 3 meter tersebut.

Korban berbicang-bincang dengan pelaku membahas tentang surat-surat mobil milik korban. Usai berbincang, korban membuka kacamata dan jilbab yang dikenakannya. Di dalam kamar tersebut terdapat pakaian jenis daster yang kemudian digunakan korban.

Korban mengganti pakaiannya dengan daster tersebut dihadapan pelaku. Setelah mengganti pakaian, korban kembali duduk di karpet. Pelaku kemudian menyeduh kopi dan korban menyeduh teh.

Pelaku langsung menghampiri korban, menggenggam tangan korban dan memeluk. Kemudian korban dan pelaku melakukan hubungan badan dengan posisi korban di atas pelaku.

Setelah melakukan hubungan badan selama 15 menit, pelaku meminta agar korban tengkurap dan pelaku menimpa korban yang sudah tidak menggunakan pakaian.

Saat melakukan hubungan badan, pelaku mengambil Palu yang sudah disiapkannya dan memukul kepala korban berulang-ulang sampai korban tidak bersuara dan tidak bergerak.

Pelaku kemudian membawa jasad korban ke Banyumas dan membakar bagian jasad yang sudah dimutilasi. Jasad korban dibuang di wilayah Tambak Banyumas, dan pelaku kemudian menjual mobil korban di Purwokerto dengan harga Rp 100 juta. Saat akan mengambil uang pelaku ditangkap polisi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.