Senin, 26 Oktober 20

Kritik untuk ‘Saya Indonesia Saya Pancasila’

Surat Pembaca:

Masya Allah Ternyata Penyataan Saya Indonesia Saya Pancasila

Adalah Cara Allah Untuk Membongkar Apa Yg Ada Dihati Mereka

“SAYA INDONESIA, SAYA PANCASILA” seakan ingin menyatakan pada khalayak bahwa merekalah orang-orang pengamal PANCASILA SEJATI.

Prof. Suteki, guru besar hukum UNDIP dalam postingan facebook mengkritik hal tersebut sebagai sebuah bibit munculnya HUKUM RIMBA atau KEDIKTATORAN. Dalam postingannya tersebut, Beliau menyatakan:
“Sdrku sebangsa setanah air, luruskan! Mengatakan: SAYA PANCASILA itu SALAH! Bisa terjerumus dalam: SAYA adalah HUKUM! Totaliter!”

Pernyataan itu menurut beliau hampir sama dengan kalimat yang dilontarkan oleh penguasa Prancis Raja Louis XIV yang berkata, “L’ETAT C’EST MOI” NEGARA adalah SAYA.
Slogan ini berbahaya karena negara dikendalikan oleh apa mau penguasa, bukan oleh hukum. Cenderung jadi negara atau kerajaan absolut, totaliter. Lama-lama akan menyatakan: HUKUM adalah SAYA.

Dan benar adanya…!
Saat ini kita sedang dipertontokan dengan pernyataan SAYA ADALAH PANCASILA, dimana lawan politik dan kelompok yang berseberangan dengan kepentingannya diberangus dengan tuduhan ANTI-PANCASILA. Kasus HABIB RIZIEQ dan RENCANA PEMBUBARAN HTI adalah contoh nyata dari realisasi pernyataan tersebut. Dengan dalih anti pancasila pihak yang berwewenang mengkambing hitamkan mereka. Tidakkah ini sama artinya dengan perilaku Raja Louis XIV di atas…?
Negara adalah SAYA.

Jadi, sebenarnya kalimat atau pernyataan itu sungguh tidaklah mewakili apa yang sebenarnya terjadi kalau enggan berkata bahwa pernyataan tersebut tidaklah tepat digunakan karena akan mengundang bibit konflik yang akan merusak kebhinekaan yang sudah terjalin.

(Diambil dari Nanang Sugianto)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.