Jumat, 6 Desember 19

Kritik Khashoggi Pada Penguasa Arab Sebelum Akhirnya Dibunuh

Kritik Khashoggi Pada Penguasa Arab Sebelum Akhirnya Dibunuh
* Poster Jamal Khashoggi. (Foto The Independent)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pembunuhan jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi yang diduga dilakukan oleh pihak intelijen Arab Saudi bukan tanpa alasan. Khasaugi memang dikenal punya pola pikir kritis terhadap beberapa kebijakan Arab Saudi. Maka wajar kematian Khashoggi memicu perhatian masyarakat dunia.

Selain sebagai jurnalis, Khashoggi merupakan mantan orang dalam keluarga kerajaan yang berubah menjadi pengkritik putra mahkota. Tulisan-tulisan yang dia muat kerap mengkritik para penguasa Arab, sehingga dia dianggap musuh bersama.

Diketahui Khashoggi menghilang usai masuk ke konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober lalu guna mengurus dokumen untuk keperluan rencana pernikahannya. Sebelum akhirnya ia ditemukan tewas.

Tiga hari sebelum tewas, Khashoggi muncul di acara publik di London, Inggris, pada peringatan 25 tahun Perjanjian Damai Oslo antara Israel dan kepemimpinan Palestina.

Melansir Daily Mail, Rabu (24/10/2018), pria berusia 59 tahun tersebut mengatakan acara konferensi itu memang mengenai Timur Tengah, namun tidak mungkin digelar di sana. Bagi Khashoggi acara itu hanya basa basi.

“Acara akan sulit digelar saat ini di dunia Arab karena kami mundur dari kebebasan di sebagian besar negara Arab,” katanya.

Dia menyebut, kebanyakan negara di Arab sedang runtuh seperti Libya, Suriah, dan Yaman, sehingga tidak memiliki kepentingan membahas Palestina karena memiliki masalah internal. Mereka lebih mementingkan kepentingan negaranya sendiri.

“Mereka tidak memiliki kepentingan untuk mendiskusikan Palestina karena mereka punya kesengsaraan sendiri,” ucapnya.

Demikian juga Arab Saudi. Khashoggi juga memandang negara tersebut tak sepenuhnya membela Palestina.

“Kemudian, di negara seperti Arab Saudi, negara saya, atau di Mesir, mereka tidak berminat pada isu-isu semacam itu yang memotivasi dan mengumpulkan rakyat karena ingin menundukkan mereka,” imbuhnya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut kematian Khashoogi bukan karena kecelakaan, melainkan pembunuhan berencana yang kejam.
Dia menyoroti sikap staf konsulat Saudi yang mengulur waktu penyelidik Turki untuk memasuki gedung.

“Kami menegaskan, tak bakal diam dan melakukan segala tindakan untuk menegakkan keadilan,” ujarnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.