Kamis, 18 Agustus 22

Krishna Murti ‘Gerah’ Bom Sarinah Dibilang Settingan

Krishna Murti ‘Gerah’ Bom  Sarinah Dibilang Settingan
* Krishna Murti.

Jakarta, Obsessionnews Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, yang mendadak terkenal akibat aksi heroiknya baku tembak dengan teroris di depan Gedung Sarinah, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016), merasa ‘gerah’ dikatakan teror tersebut settingan pihaknya.

Lewat akun @krishna_md, Krisna berkicau,”Bagi yg menuduh settingan, analis kacangan, spt pak NP; Semoga dosa anda diampuni Allah SWT.”. Kicaunya tersebut diposting hari ini, Rabu (20/1/2016).

“Sebelumnya, Pak NP; saya tdk perlu menjelaskan kenapa saya kami cepat ke TKP. Cukup FB bu Nita Triyana yg bercerita,” ujar Krishna.

Yang dimaksud NP adalah Ketua Presidium Indonesia Police Watch  IPW Neta S Pane menyebutkan lima kejanggalan dalam peristiwa ledakan bom yang terjadi di dekat Sarinah.

Kejanggalan pertama, kenapa rombongan Krishna Murti cepat tiba di TKP, hanya dalam 10 menit,” ujar Neta.

Bahkan, Neta melanjutkan, Krishna sudah memakai rompi antipeluru dan langsung beraksi. “Padahal, kan dia bukan Densus. Dia (Krishna) adalah Direktur Reserse Kriminal Umum,” ujarnya.

Lewat akun Facebooknya, Krishna memposting pernyataan kawannya, yakni Nita Triyana.

Punya pendapat lain memang wajar. Berpendapat juga tidak salah. Atleast hargailah orang yg bertindak dengan niat baik. Cuma jadi komentator dan menyalahkan sana sini…. terilhat Pathetic ya kann” tulis Nita Triyana di akun Facebooknya, Sabtu (16/1).

Saat kejadian, Kamis (14/1), Nita dalam tayangan kiriman dari akun Facebook Nita Triyana yang di-capture ke akun Krishna Murti, Nita menyebutkan bahwa dia sedang bersama Krishna Murti saat menerima kabar ledakan di Jalan MH Thamrin.

Nita Triyana menyebutkan, dirinya tengah rapat di Mapolda Metro Jaya. Begitu mendengar kabar ada teror, tutur Nita, Krishna langsung meloncat dan menuju ke lokasi menggunakan sirene.

“Yg buat pernyataan di coba aja deh, pake Sirine terobos lalulintas dari semanggi Ke sarinah …. 10 Menit cocok!”

“Kenapa sudah pake Rompi (anti peluru) ? Suka nonton Film2 gak sih…. Biasanya detektif2 itu Rompinya selalu siap di mobil mereka dan langsung bereaksi? Ya Namanya Polisi harus selalu lansung siap beraksi !
Lah … Masa mau ngopi2 dulu di stabuck gitu?”

Sebelumnya, Krisna juga merasa aneh dengan masyarakat sekitar malah menjadikan teror tersebut sebagai bahan tontonan. Lewat akun FB-nya, Krisna menulis: “Ada bom, malah nonton. Ada serangan teror, malah dibuat meme dan hashtag lucu-lucuan. Polisi ke TKP cepet, dibilang sinetron dan settingan. Polisi lambat, dibully habis-habisan. Polisi datang, malah model baju, tas dan sepatu yang dibicarakan. Lebih daripada itu, anak buah saya yang ganteng malah jadi ngetop, digilai banyak wanita. Sekarang istrinya tiap hari telepon terus nanya suaminya di mana #takut_diambil_orang. Warga sosmed memang super aneh #KMquotes’. tulis Krishna panjang lebar lewat postingannya di FB.

Teror bom Sarinah  menewaskan empat teroris. Mereka adalah Afif atau Sunakin, Moh. Ali, Dian Joni Kurniadi, Ahmad, pelaku. Tewas meledakkan diri di dalam Starbucks. Peristiwa itu juga mengakibatkan dua orang warga meninggal dunia, dan seorang di antaranya warga negara asing. Sebanyak 24 orang lainnya terluka parah. (rez)

Baca juga:

Afif Pelaku Bom Sarinah Akan Dimakamkan di Subang

Pelaku Teror Bom Thamrin Empat Orang

Dalami Peledakan Bom Sarinah, Densus 88 Jemput 5 Napi

Rumah Pelaku Bom Sarinah Kosong

Polisi Identifikasi 7 Korban Tewas Bom Sarinah

Prabowo Kutuk Teror Bom Sarinah

Waspada! Teroris Belum Musnah

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.