Kamis, 27 Januari 22

Kreatifitas Tinggi dan Mandiri Ubah Wajah Bandung

Kreatifitas Tinggi dan Mandiri Ubah Wajah Bandung

Jakarta, Obsessionnews.com – Perkembangan Bandung menjadi lebih menonjol seiring hadirnya orang-orang kreatif yang ingin mengubah kota ini menjadi lebih baik, hal ini terjadi tidak lepas karena kekompakan dan komitmen didalamnya.

Selain strategi yang dilakukan sang Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk mengubah wajah kawasannya, juga didukung oleh Bandung Creative City Forum (BCCF) yang merupakan Perkumpulan Komunitas Kreatif yang dideklarasikan pada 21 Desember 2008.

Organisasi yang berdiri secara mandiri ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi Ketua BBCF, Fiki C. Satari, sebab bagaimana tidak banyak prestasi yang ditoreh Bandung setelah seluruh masyarakat berkolaborasi melalui persuasif positif (mempengaruhi secara positif) sebagai strateginya.

“Kita bicara habit (kebiasaan) bagaimana kita mengubah suatu kebiasaan buruk dari masyarakat adalah melalui adanya rekayasa sosial. Dilakukan seperti membangun kampung kreatif, dan dicoba dengan proses design thinking yaitu observasi, understanding the problem dan evaluasi,” ungkapnya kepada Obsessionnews.com, Senin (19/9/2016).

Fiki C. Satari Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF)
Fiki C. Satari Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF)

Berperan untuk menjadi orang yang kreatif, Fiki memiliki tekad membangun Bandung tanpa harus mengandalkan dana. Menurutnya di zaman seperti ini orang kreatif berjalan dengan mandiri.

“Sekarang kalau ngomongin dana dari mana, orang kreatif punya jalan sendiri. Jadi modal utamanya adalah ide sebetulnya, kalau kalian pernah denger Multi Level Marketing (MLM) bisa mempunyai lima juta anggota tanpa perlu gaji, jadi formulanya adalah mempengaruhi tetapi di desain dan diaktifasi empatinya,” tutur Fiki.

Saat ini pihaknya tengah menggalakkan top down yaitu bagaimana mengenali suatu pola dari keseluruhan menuju ke bagian-bagian lebih detail yang berkolaborasi dengan pemerintah.

“Kalau berbicara dengan terminologi kreatifitas , smart city atau segala macamnya seperti itu sudah mulai ngeuh desain, diruang publik dan hadir secara fisik. Yang tadinya ruang negatif di kolong jembatan kini menjadi well design seperti pameran lukisan,” ujarnya.

Menjadi pelopor untuk mengubah kawasan Bandung saat ini, Fiki menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan orang kreatif.

“Untuk semua hal dibutuhkan orang kreatif, dan jangan terlalu dimanja dengan adanya dana. Sebab orang kreatif itu struggle, jangan sampai lemah karena dimanja harus mandiri dan terkad kuat untuk mengubah suatu daerah,” tutupnya.

Melalui strategi, kolaborasi dan komitmen yang kuat, Bandung telah mendapat banyak prestasi, seperti salah satunya Piala Adipura Kirana di tahun ini. Adipura Kirana merupakan penghargaan yang penilaiannya dititikberatkan pada kota yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan, pariwisata, dan investasi yang berbasis pengelolaan lingkungan hidup. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.