Kamis, 27 Januari 22

KPU Tidak Masalah Pemerintah Keluarkan Perppu

KPU Tidak Masalah Pemerintah Keluarkan Perppu

Jakarta, Obsessionnews – Calon tunggal masih menjadi polemik antara Komisi Pemilihan Umum (KPU), DPR dan pemerintah. Lantaran, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 hanya mengatur pilkada akan dilaksanakan sesuai jadwal di daerah yang bersangkutan, jika sekurang-kurangnya diikuti 2 pasang calon.

Pemerintah berencana menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (perppu) untuk mencarikan solusi tersebut.

Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengaku tidak memiliki otoritas untuk menilai perlu tidaknya perppu tersebut. Sebagai penyelenggara pemilu, KPU akan mematuhi keputusan pemerintah.

“Lagi-lagi persoalan perppu atau undang-undang mau diubah itu bukan otoritas KPU. Jadi, silakan saja kalau pemerintah mau keluarkan perppu, kami akan tindak lanjuti perppu itu,” ujar Hadar di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (2/8/2015).

Namun, Hadar berharap keputusan tersebut bisa direalisasikan secepatnya. Sebab, jika tak segera dilakukan maka sulit diterapkan. Dia pun menganalogikan perppu ini seperti sebuah peraturan baru dalam pertandingan. Maka agar atlet atau pemain tak bingung, sebaiknya peraturan segera dibuat.

“Harapan kami agar tidak terlalu lama. Semakin jauh perjalanan ini, semakin sulit menempatkan,” tuturnya.

Menurut dia, kalau di dalam pertandingan jika diperkenalkan cara baru, pada bingung pemainnya. Ini analogi sederhana saja. “Mohon maaf, jadi disegerakan jika membuat perubah aturan atau lewat Perppu‎ itu,” kata Hadar.


Selain itu, dia mengingatkan kembali posisi KPU dalam hal ini hanya sebagai penyelenggara pemilu. “Kami tidak ikutan, kami hanya penyelenggara. Jangan kami didesak-desak untuk setuju atau tidak setuju,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan perppu ini mesti menunggu selesainya batas pendaftaran akhir tahap 2, Senin 3 Agustus 2015. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.