Selasa, 28 Juni 22

KPU Akomodasi Dualisme Kepengurusan Partai, Bakal Bikin Ribut

KPU Akomodasi Dualisme Kepengurusan Partai, Bakal Bikin Ribut

Jakarta, Obsessionnews – Pelaksanaan Pilkada serentak sampai sekarang masih menjadi perdebatan yang hangat di kalangan masyarakat juga para pengamat politik. Hal itu dikarenakan adanya dualisme kepengurusan didalam parpol yang akan mengikuti pilkada serentak.

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengatakan, setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertemu dengan Wakil Presiden dan Pimpinan DPR, KPU akan membuat keputusan baru, yakni mengakomodasi dualisme kepengurusan Partai Golkar dan PPP dalam proses pencalonan kepala daerah, dengan syarat calon yang diajukan telah disetujui oleh dua kepengurusan yang berkonflik.

“Menurut KPU, keputusan ini diniatkan untuk memberikan ruang partisipasi bagi setiap partai politik sebagai pengusung calon kepala daerah,” ujar Titi di Jakarta, Rabu (15/7/2015).

Titi menilai, keputusan ini justru mendegradasi kemandirian KPU, menabrak undang-undang, mengundang keributan baru dalam proses pencalonan kepala daerah nanti. “Memicu sengketa pilkada dan melanggengkan konflik internal partai politik,” ungkapnya.

Menurut Titi, keputusan mengakomodasi pengajuan pasangan calon kepala daerah dari partai politik yang tengah berkonflik dengan syarat telah disetujui oleh dua kepengurusan, jelas meimbulkan persepsi publik bahwa KPU tidak mandiri lagi dalam membuat keputusan.

KPU seakan membuka diri diintervensi oleh pihak lain, khususnya partai-partai politik yang berkonflik (dengan melibatkan aktor lain yang lebih memiliki daya tekan) sehingga keputusannya justru mengistimewakan partai-partai yang tengah berkonflik, karena meskipun memiliki pengurusan ganda (sesuatu yang dilarang oleh undang-undang) kedua kepengurusan tersebut tetap diperkenankan mengajukan pasangan calon.

“Ini sama saja satu partai politik mengajukan dua pasangan calon,” pungkas Titi. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.