Sabtu, 16 Oktober 21

KPK Terima Permohonan Gerry Jadi Justice Collaborator

KPK Terima Permohonan Gerry Jadi Justice Collaborator

Jakarta, Obsessionnews – Pelaksana Tuga Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkonfirmasi kebenaran pihaknya telah menyetujui permohonan anak buah OC Kaligis, Yagari Bhastara Guntur alias Gerry menjadi justice collaborator.

“Terhadap permintaan saudara Gerry untuk JC, kemarin diusulkan oleh penyidik untuk bisa diterima,” ujar Johan Budi saat menghadiri di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Selasa (4/8/2015).

Johan mengatakan ada beberapa alasan mengatakan KPK memgabulkan permohonan Gerry. Pertama, Gerry bukan merupakan pelaku utama dalam kasus dugaan penyuapan terhadan hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

Kedua, sebagai tersangka Gerry harus bekerjasama dan mau membuka kasus tersebut kepada penyidik. Dengan demikian, mata rantai kasus suap yang juga melibatkan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti dapat dituntaskan dengan muda.

“Pertimbangannya ada pengajuan itu. Dibahas di penindakan. Kalau sudah jadi JC (artinya dia) terbuka, memberikan informasi-informasi,” papar Johan.

Dengan bersedia menjadi justice collaborator, maka hukuman terhadap Gerry dapat diperingan. Sebagaimana hal yang telah diputuskan antara KPK, Kejaksaan Agung dan Kementerian Hukum dan HAM.

“Ada putusan bersama KPK dan Kumham, Kejaksaan. Domain KPk berkaitan dengan penyidikan penuntutan. Apakah mungkin nanti pentuntutannya diperingan,” katanya.

M Yagari Bhastara alias Gerry, tersangka kasus dugaan suap kepada hakim dan panitera PTUN Medan, mengajukan diri sebagai justice collaborator. Gerry menyatakan keinginannya untuk bekerja sama dengan penyidik dalam mengungkap kasus tersebut.

Kuasa hukum Gerry, Haeruddin Masarro, mengatakan, kliennya bersedia memberikan keterangan apa adanya kepada penyidik. Meski mengaku mendapat tekanan dari sang bos Otto Cornelis Kaligis.

“Penegak hukum itu kan memang harus menyampaikan yang sebenarnya. Jangan dilebihkan, jangan dikurangkan. Kalau dia salah, ya dibilang salah dong,” kata Haeruddin. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.