Jumat, 24 September 21

KPK Tentukan Nasib MS Kaban Setelah Kasus SKRT Inkrah

KPK Tentukan Nasib MS Kaban Setelah Kasus SKRT Inkrah

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membuka penyelidikaan baru perkara dugaan suap pengajuan anggaran 69 program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Kementerian Kehutanan tahun 2007. Penyelidikan itu dilakukan guna mengusut keterlibatan mantan Menteri Kehutanan MS Kaban dalam kasus tertserbut.

Sebelum mengambil langkah itu KPK akan menunggu hingga kasus korupsi itu sudah berkekuatan hukum tetap (inchrath). Direktur PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo yang telah divonis bersalah menerima putusan Pengadilan, namun Jaksa KPK masih menyatakan pikir-pikir apakah akan mengajukan banding atau tidak.

“Dengan hasil seperti itu kalau memang benar terdakwa yang sudah dihukum dan inkrah, mungkin yang dilakukan oleh KPK adalah alat bukti lainnya selain keterangan saksi yang dilakukan, kemudian mengambil langkah lanjutannya,” ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di kantornya, Jakarta, Kamis (3/7/2014).

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta telah menjatuhkan vonis pidana penjara 5 tahun serta denda Rp250 juta subsider 2 bulan kurungan terhadap Anggoro. Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan Anggoro terbukti memberikan uang kepada Kaban dalam beberapa kali yang nilainya jika ditotal mencapai 40.000 dollar Singapura, 45.000 dollar AS dan cek perjalanan senilai Rp 50 juta.

Uang-uang tersebut dikirimkan Anggoro ke rumah dinas Kaban di Jalan Denpasar, Jakarta, dalam beberapa kali. Anggoro juga dinyatakan terbukti memberikan lift untuk Gedung Menara Dakwah yang menjadi pusat kegiatan Partai Bulan Bintang kepada Kaban.

“Setelah mendengar pertimbangan dari majelis hakim, memang pertimbangan itu menjelaskan secara eksplisit, pola relasi dan pola hubungan antara terdakwa, dan berbagai pihak lainnya dan salah satunya MS Kaban,” sambung Bambang.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan pihaknya akan menjadikan vonis majelis hakim sebagai alat bukti dalam menjerat keterlibatan MS Kaban. “Vonis adalah bukti otentik untuk alat bukti menemukan kebenaran materil,” ujar Busyro. (Has)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.