Rabu, 23 September 20

KPK Tantang Bhatoegana Jadi Justice Collaborator

KPK Tantang Bhatoegana Jadi Justice Collaborator

Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menantang Sutan Bhatoegana untuk menjadi justice collaborator agar bisa mendapatkan keringanan hukuman. Jika bersedia mantan Ketua Komisi VII DPR itu diminta  bersikap kooperatif dan membuka apa yang dia ketahui kepada penyidik.

“Tentu saja KPK membuka peluang bagi SB, asal dia kooperatif dan mau mengungkapkan semuanya,” ujar Jubir KPK Johan Budi, di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (6/10/2014).

Johan mengatakan posisi Sutan cukup strategis. Sutan yang merupakan mantan Ketua Komisi VII DPR itu diduga mengetahui banyak permainan terkait pembahasan anggaran di dewan. “Iya, saya kira strategis. Posisi dia sebagai ketua Komisi,” tutur Johan.

Dalam kasus suap yang melibatkan Sutan, Johan mengaku masih terbuka kemungkinan KPK menjerat tersangka lain, asalkan Sutan bisa berbagi informasi kepada penyidik. “Kalau dia koperatif dan membuka itu. Bisa juga itu informasi dari dia bisa ditelusuri,” tambah dia.

Dengan status sebagai justice collaborator, seorang yang menjadi tersangka akan mendapatkan keringanan, meski tidak lantas membuat dia dibebaskan. Kemauan si tersangka untuk membuka kasus akan dimasukkan dalam hal yang meringankan dalam tuntutan jaksa KPK.

Sutan Bhatoegana ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dalam pembahasan APBN-P Kementerian ESDM tahun 2013. Sutan disangka menerima uang dari beberapa pihak untuk memuluskan pembahasan anggaran perubahan Kementerian ESDM yang saat itu dipimpin Jero Wacik.

Sutan diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (

Related posts