Sabtu, 25 September 21

KPK Tahan Gubernur Bengkulu dan Istrinya di Rutan Berbeda

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat tersangka kasus suap proyek pembangunan jalan di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Penahanan dilakukan setelah mereka diperiksa selama 1×24 jam pasca penangkapan.

Keempat tersangka tersebut adalah Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya, Lily Martiani Maddari, serta dua pengusaha Rico Diansari dan Jhoni Wijaya. Rico juga merupakan Bendahara DPD Golkar Provinsi Bengkulu. Jhoni Wijaya selaku direktur PT Statika Mitra Sarana.

“Empat tersangka ditahan untuk 20 hari pertama,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (21/6/2017).

Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti ditahan di rutan cabang KPK di Guntur, sementara istrinya Lili Martiani Maddari ditahan di rutan gedung C1 KPK. Tersangka Jhoni Wijaya ditahan di Rutan Cipinang, sedangkan tersangka Rico Diansari ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

“Keempatnya dibawa ke rutan. Karena mempertimbangkan batas aspek 24 jam maksimal pemeriksaan untuk menentukan status hukum,” tambah Febri.

Dalam kasus ini Ridwan Mukti yang juga merupakan ketua DPD Golkar Bengkulu diduga menerima suap dari Direktur PT Statika Mitra Sarana Jhoni Wijaya. Uang tersebut sebagai pemberian terkait proyek pembangunan TES-Muara Aman dan pembangunan Jalan Curuk Air Dingin di Kabupaten Rejang Lebong yang dimenangkan PT Statika Mitra Sarana.

Jhoni diduga melakukan komitmen dengan Ridwan untuk memberikan komisi sebesar 10 persen per proyek. Proyek pembangunan TES-Muara Aman memiliki nilai proyek Rp 37 miliar, sedangkan proyek pembangunan Jalan Curuk Air Dingin nilai proyek mencapai Rp 16 miliar. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.