Senin, 26 September 22

KPK Sudah Siap Panggil Paksa Komjen Pol BG

KPK Sudah Siap Panggil Paksa Komjen Pol BG

Jakarta, Obsessionnews – Setelah Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap petugas Bareskrim Polri yang konon tangannya diborgol, nampaknya kini gantian penyidik KPK bakal melakukan upaya panggil paksa terhadap Calon Tunggal Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan (BG) jika mangkir atas panggilan KPK berikutnya untuk menjalani pemeriksaan.

Pasalnya, menyusul tidak datangnya BG memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) alias mangkir pada hari ini. KPK pun tengah menyiapkan sejumlah langkah apabila BG mangkir dari panggilan pemeriksaan. Salah satu opsinya adalah dengan menyiapkan upaya pemanggilan paksa.

“Jemput paksa akan dilakukan jika dua kali panggilan, dan dua-duanya tidak patut, maka ada kemungkian dijemput paksa,” ujar Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di kantornya, Jakarta, Jumat (30/1/2015).

Menurut Priharsa penjemputan paksa merupakan kewenangan penyidik sebagaimana yang tertulis dalam KUHAP. Namun aturan tersebut bisa berlaku bila yang diperiksa menolak panggilan hingga dua kali berturut-turut serta tanpa memberi alasan yang jelas.

“Itu jelas dalam KUHAP,” tegas Priharsa.

KPK menjadwalkan memeriksa BG pada hari ini sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait transaksi-transaksi mencurigakan. BG diduga terlibat dalam transaksi-transaksi mencurigakan sejak menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia di Mabes Polri 2003-2006 dan jabatan lainnya di Mabes Polri.

KPK menyangkakan BG berdasarkan pasal 12 huruf a atau b pasal 5 ayat 2 pasal 11 atau pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebagaimana sudah diketahui sebelumnya, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap BG sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi dan kepemilikan rekening gendut pada Jumat (30/1/2015). Pemeriksaan kali ini adalah untuk pertama kalinya setelah BG resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 13 Januari 2015. Tepatnya satu hari sebelum mantan ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri itu mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

‎Namun, BG dipastikan tidak akan memenuhi panggilan KPK. Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum BG, Razman Nasution. Alasanya, karena surat panggilan dari KPK tidak jelas lantaran tidak disertai dengan tanda terima. “Jadi saya pastikan Pak Budi tidak akan hadir ke KPK,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2015).

Alasan lain kata Razman, yakni sampai saat ini BG belum menerima surat dari KPK soal penetapanya sebagai tersangka. Dengan begitu, ia menganggap prosedur hukum yang berlaku di KPK tidak jelas sehingga ia meminta kepada KPK untuk memperbaiki kembali aturan pemanggilan tersangka.

“Bagaimana mau hadir, klein kami juga belum menerima surat penetapan resmi sebagai tersangka,” terangnya.

Sikap BG ini ternyata juga diikuti oleh sembilan saksi lainya ‎dari Kepolisian. Mereka tidak mau memenuhi panggilan Penyidik KPK. Bahkan sebagian dari mereka tidak hadir tanpa ada keterangan yang jelas, seperti halnya Widyaiswara Madya Sekolah staf dan Pimpinan Polri Brigjen Pol Budi Hartono Untung, anggota Polres Bogor Brigadir Triyono, dan Liliek Hartati dari pihak swasta. (Has)

Related posts