Sabtu, 8 Oktober 22

KPK Perlu Cepat Periksa Kembali Setya Novanto dan Zulkifli Hasan

KPK Perlu Cepat Periksa Kembali Setya Novanto dan Zulkifli Hasan

Jakarta – Dengan ditetapkannya Setya Novanto menjadi ketua DPR RI dan Zulkifli Hasan sebagai Ketua MPR RI, harus menjadi agenda prioritas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk serius dan teliti serta cepat guna memeriksa kembali kasus korupsi yang pernah menghadirkan kedua politisi tersebut sebagai saksi di KPK.

Demikian ditegaskan Direktur Eksekutif Indonesia Law Reform Institute (ILRIns) Jeppri F Silalahi SH di Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Ia mengungkapkan, KPK pernah menggeledah ruangan Setya Novanto di DPR dan Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini juga pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK terkait kasus suap PON XVIII Riau. Tak hanya itu saja, nama Setya Novanto pun pernah disebut oleh Nazaruddin, menerima uang Rp300 miliar dari proyek e-KTP.

Begitu juga dengan Zulkifli Hasan, lanjutnya, juga pernah diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap tukar-menukar kawasan hutan di Bogor, Jawa Barat pada bulan Juni Lalu. Menurutnya, langkah cepat KPK memeriksa kedua pentolan parpol tersebut penting untuk menjaga wibawa Lembaga Tinggi Negara ke depan yang belakangan ini mendapatkan cemoohan dari masyarakat.

“Jika mereka berdua bersih dari kasus korupsi, katakan bersih, Karena jika mereka ditetapkan menjadi tersangka setelah 20 oktober nanti maka sangat disayangkan Presiden dan Wakil Presiden terpiliih Rakyat Indonesia dilantik oleh koruptor, karena KPK lambat melakukan pemeriksaan kasus,”  tegas Jeppri.

“Terlepas dari meningginya tensi politik kedua kubu, KPK harus fokus memeriksa kembali kasus sangat penting, pasalnya pernyataan Ketua KPK Abraham Samad yang prihatin atas terpilihnya Setya Novanto menjadi Ketua DPR adalah sebuah pernyataan yang tidak biasa dan menimbulkan pertanyaan di masyarakat,” tandasnya. (Pur)

 

Related posts