Sabtu, 26 September 20

KPK Periksa 7 Notaris untuk Usut Kasus RTH Pemkot Bandung

KPK Periksa 7 Notaris untuk Usut Kasus RTH Pemkot Bandung
* Gedung KPK. (Foto: Kapoy/obsessionnews)

Jakarta, Obsessionnews.comPenyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pada 2012-2013.

Belasan saksi itu adalah tujuh notaris diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Ketujuh notaris itu yakni, Dudi Wahyudi; Sylvia Kurniawati; Atiek Rusdewanti; Diastuti; Ashadi Hayati; Lely Kustari; serta Mulyadi Siradz.

Empat wiraswasta sebagai saksi yakni, Saefudin; H Pupun Kurnia; Rachmat Wibisana; dan Ahmad Syafii Romli. Dua saksi lainnya yang juga diperiksa yakni, petani bernama Omay Herdiana dan seorang pedagang, Neneng Tuti Saidah. Mereka diperiksa untuk tersangka Dadang Suganda (DS).

Dengan begitu, KPK bakal terus mengusut kasus dugaan korupsi tersebut. Pengusutan kasus ini dilakukan dengan menggali keterangan dari tujuh notaris.

“Pemeriksaan saksi DS tersebut dilakukan di Kantor Satuan Sabhara Polrestabes Bandung Jl. Jendral Ahmad Yani No.282, Kota Bandung, Jawa Barat,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2020).

Belum diketahui apa yang bakal digali penyidik dari para saksi tersebut. Diduga KPK sedang menelisik konstruksi perkara pengadaan lahan untuk RTH Bandung yang kini menjadi rasuah.

DS sendiri merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung. Dadang diduga makelar tanah yang mendapatkan keuntungan sekira Rp30 miliar dalam proses jual-beli tanah untuk proyek RTH Bandung.

Atas perbuatannya, Dadang disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelum Dadang, KPK telah lebih dulu menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini. Ketiganya yakni, mantan Kadis Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Bandung, Herry Nurhayat (NH); serta dua mantan Anggota DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar (TDQ) dan Kadar Slamet (KS). (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.