Rabu, 21 April 21

KPK OTT Gubernur Sulsel, Ketum GPHN RI: Kuat Dugaan Terlibat Korupsi Berjamaah

KPK OTT Gubernur Sulsel, Ketum GPHN RI: Kuat Dugaan Terlibat Korupsi Berjamaah
* Ketum GPHN RI, Madun Hariyadi. (Foto: MD)

Jakarta, Obsessionnews – Operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan KPK terhadap Nurdin Abdullah pada Jumat (26/2/2021). OTT tersebut diduga ada kaitanya dengan dugaan korupsi Mega proyek Makasar New Port (MNP), hal itu dikatakan Ketua Umum GPHN-RI Madun Hariyadi dalam keteranganya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (27/2/21).

Menurut Madun, proyek tersebut sementara masih berjalan, namun diduga sarat dengan KKN dan kuat dugaan melibatkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama sama dengan aparat Pemerintah Provinsi Sulsel dan juga keluarganya. kata Ketum GPHN RI.

“hal yang paling mencolok dalam dugaan tipikor ini adalah adanya rekayasa sistemik terkait modus yang di lakukan, yakni terdapat kejanggalan pada proses pengurusan dokumen di dinas penanaman modal”, ujar Madun.

Dan juga, lanjut Madun, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) Sulsel yang demikian cepat terkait pengurusan AMDAL kepada dua perusahan yakni PT. Banteng Laut Indonesia dan PT Nugraha Timur Indonesia.

Menurut Madun, kedua PT tersebut diketahui mempunyai kedekatan kuat dengan Gubernur Sulsel serta keluarganya.

“Sedangkan untuk perusahan perusahan lain tidak diperlakukan sama”, papar Madun.

Madun juga menambahakan, bahwa diketahui Direktur Benteng Laut Indonesia beserta pemegang sahamnya dan juga pemegang saham PT Nugraha Timur Indonesia merupakan sahabat dari anak Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Dan juga merupakan bagian tim pemenangan Nurdin Abdullah di Pilgub tahun 2018 lalu.

“untuk itu saya yakin OTT yang di lakukan oleh KPK terhadap Gubernur Sulsel sudah memiliki bukti yang kuat”, jelas Madun Hariyadi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.