Selasa, 19 Oktober 21

KPK Mendakwa Bonaran Suap Akil Mochtar Rp1,8 Miliar

KPK Mendakwa Bonaran Suap Akil Mochtar Rp1,8 Miliar

Jakarta, Obsessionnews – Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang perdana Bupati Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmenang. Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini Bonaran didakwa menyuap M Akil Mochtar sebesar Rp 1,8 miliar.

“Memberi uang Rp 1,8 miliar kepada hakim konstitusi yaitu M Akil Mochtar melalui Subur Effendi dan Hetbin Pasaribu dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara‎,” ujar Jaksa KPK, Ely Kusumastuti di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/2/2015).

Perbuatan Bonaran menurut Jaksa melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 Tentang Pemberantasan Tipikor.

Kasus ini berawal dari pengajuan gugatan ke MK oleh dua orang pemohon ‎Albiner Sitompul dan Steven Simanungkalit dan Diana Riana Samosir-Hikmal Batubara terkait penetapan Komisi Pemilihan Umum yang memenangkan Bonaran Situmeang-Sukran Jamilan Tanjung sebagai pasangan calon terpilih bupati/wakil bupati dengan SK KPU tanggal 18 Maret 2011.

Akil Mochtar selaku hakim konstitusi yang ikut mengadili dan memutus perkara ini berinisiatif menelpon Bakhtiar Ahmad Sibarani untuk menyampaikan pesan kepada Bonaran supaya segera menghubungi Akil Mochtar terkait pengajuan permohonan keberatan atas hasil Pilkada Tapanuli Tengah.

“Atas permintaan tersebut, Bakhtiar Ahmad Sibarani menemui terdakwa di Hotel Grand Menteng dan kemudian terdakwa menghubungi Akil Mochtar dengan menggunakan HP milik Bakhtiar Ahmad Sibarani,” ungkap Jaksa Sigit Waseso.

Akil Mochtar ‎menyampaikan permohonan uang sebesar Rp 3 miliar kepada Bonaran yang apabila tidak dipenuhi maka Akil mengancam akan memutuskan dilakukan pilkada ulang‎.‎ Akil meminta agar uangnya dikirimkan ke rekening tabungan atas nama CV Ratu Samagat dengan kolom berita slip setoran ditulis ‘angkutan batu bara’.

Uang tersebut kemudian ditransfer dalam dua tahap. ‎17 Juni 2011, Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Subur Effendi mentransfer uang Rp 900 juta ke rekening CV Ratu Samagat pada Bank Mandiri KC Diponegoro. Uang itu ‎diambil dari BNI Rawamangun.

Pada tanggal 20 Juni 2011 di Bank Mandiri KC Cibinong, Hetbin Pasaribu juga mengirimkan uang sebesar Rp 900 juta ke rekening CV Ratu Samagat. Sehingga total uang yang diberikan kepada Akil yang ketika itu menjadi Ketua MK sebesar Rp 1,8 miliar.

“Setelah ditransfer Hetbin Pasaribu melaporkannya kepada terdakwa,” lanjut Jaksa. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.