Kamis, 2 Desember 21

KPK Libatkan BPKP Hitung Kerugian Negara Kasus Korupsi Nur Alam

KPK Libatkan BPKP Hitung Kerugian Negara Kasus Korupsi Nur Alam

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam.

Nur Alam ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian izin pertambangan nikel di dua kabupaten di Sultra, selama 2009 hingga 2014. Penyalahgunaan wewenang dilakukan dengan menerbitkan SK Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan dan Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi.

Selain itu, penerbitan SK Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT Anugrah Harisma Barakah (AHB), selaku perusahaan yang melakukan penambangan nikel di Kabupaten Buton dan Bombana, Sulawesi Tenggara.

“Berapa kekayaan yang didapat sedang kami hitung. Kami akan berkoordinasi juga dengan BPKP untuk menghitung kerugian negara,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di kantornya, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Berdasarkan perhitungan sementara, jumlah kerugian negara cukup signifikan. Penyidik KPK sudah memiliki beberapa bukti transfer. Syarif mengatakan hasil penelusuran rekening Nur Alam oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan menjadi acuan KPK dalam mengungkap kasus ini.

“Nanti tergantung bukti yang didapat, misalnya ada yang berhubungan dengan pencucian uang, maka akan ditindaklanjuti,” tandas Syarif.

Nur Alam disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.