Senin, 18 Oktober 21

KPK Jemput Paksa Politisi Golkar Budi Supriyanto

KPK Jemput Paksa Politisi Golkar Budi Supriyanto
* Budi Supriyanto.

Jakarta, Obsessionnews – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa tersangka kasus penyuapan dalam proyek di Kementerian Pekerjaan dan Perumahan Rakyat tahun anggaran 2016, Budi Supriyanto.

“BSU (Budi Supriyanto) sore ini sampai di Jakarta,” ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Selasa (15/3/2016).

Alasan KPK jemput paksa anggota Komisi V dari Fraksi Partai Golkar, itu karena yang bersangkutan dua kali tak memenuhi panggilan pemeriksaan. Pada panggilan pertama, Kamis (10/3/2016), Budi beralasan sakit.

KPK mengendus adanya kejanggalan surat sakti yang dikirimkan Budi kepada penyidik KPK. Dalam surat tersebut, tidak disebutkan diagnosis atas penyakit yang dialami Budi. Penyidik kemudian menghubungi pihak rumah sakit.

Dari konfirmasi dengan pihak rumah sakit diketahui bahwa tidak ada analisis dokter soal sakit yang dialami Budi. Mengetahui hal ini, penyidik kemudian mengonfirmasi langsung surat tersebut ke dokter yang memberikan rekomendasi.

Karena alasan yang mengada-ada, penyidik kemudian melakukan pemanggilan kedua kepada Budi untuk diperiksa pada Senin (14/3/3016). Namun, untuk kedua kalinya Budi tidak memenuhi pemanggilan KPK, bahkan, tanpa keterangan yang jelas.

Budi yang menyandang status tersangka kasus ini, akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan atas nama dirinya. Budi bakal diminta klarifikasinya soal dugaan penerimaan suap dari Direktur PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir untuk mengamankan proyek.

Meski menyandang status sebagai tersangka, sampai saat ini dia belum juga ditahan penyidik dengan alasan belum membutuhkannya. Sebelumnya, Budi pernah diperiksa KPK untuk koleganya di Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti.

Kasus Budi merupakan pengembangan dari kasus Damayanti. Budi dijerat Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHAP. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.