Sabtu, 23 Oktober 21

KPK Harus Buktikan Surat Penangkapan OC Agar Tak Dianggap Penculikan

KPK Harus Buktikan Surat Penangkapan OC Agar Tak Dianggap Penculikan

Jakarta, Obsessionnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus membuktikan surat perintah penjemputan pengacara kondang Otto Cornelis (OC) Kaligis untuk membantah tuduhan penangkapan itu salah satu bentuk penculikan.

Hal ini disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti di Jakarta, Senin (10/8/2015).

“Yang penting ada surat perintahnya, kalau ada surat perintahnya kan tidak mungkin ada penculikan,” ujar Kapolri.

Badrodin mengatakan, pihaknya tak dapat mengabaikan laporan OC Kaligis yang sudah masuk ke Bareskrim Polri. Menurut Kapolri semua laporan yang telah masuk harus diperiksa untuk membuktikan ada atau tidaknya unsur pidana.

“Kan tentu orang melapor harus kita periksa apakah laporan itu memenuhi unsur pidana atau tidak,” tandasnya.

Sebelumnya, Anak dari pengacara kondang Otto Cornelis (OC) Kaligis yaitu Velove Vexia, melaporkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Bareskrim Mabes Polri tentang penangkapan OC oleh penyidik KPK terkait dugaan penyuapan hakim PTUN Kota Medan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Pasalnya, pada saat penangkapan tim penyidik tidak memerlihatkan surat penangkapan OC.

Tim advokasi OC, Humprey Djemat menyampaikan, anak OC itu melapor ke Mabes Polri lantaran merasa ayahnya telah ‘diculik’ oleh KPK.

“Itu dilakukan anggota keluarganya Pak OC yaitu anak-anaknya terutama,” ujar Humprey di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Senin (10/8/2015).

Dia mengaku,pelaporan itu tidak diketahui oleh tim kuasa hukum. Walaupun demikian, pihaknya mendukung dengan adanya keputusan tersebut terlebih Kabareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso telah merespons laporan adanya dugaan penculikan OC Kaligis.”Kami sangat mendukung dan akan tindaklanjuti prosesnya,” kata Humprey. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.