Jumat, 12 Agustus 22

KPK Cegah Gubernur Sumut dan Istrinya

KPK Cegah Gubernur Sumut dan Istrinya

Jakarta, Obsessionnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan surat permohonan pencegahan bepergian keluar negeri atas nama Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy, ke Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta. Pencegahan dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus dugaan suap terhadap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Gatot dan Evy, dicegah bersama pengacara kondang OC Kaligis berikut tiga orang saksi lainnya. Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adjie mengatakan pencegahan dilakukan agar sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memberikan keterangan mereka tidak sedang berada di luar negeri.

“Memang ada pencegahan untuk sekitar enam orang terkait kasus terkait OTT (operasi tangkap tangan) hakim TUN Medan. Setahu saya ada dua nama itu (Gatot dan OC Kaligis),” ujar Indriyanto saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (13/7/2015).

Indiyanto mengakui pihaknya tengah mendalami peran masing-masing saksi dalam tersebut. Sebab menurut dia tidak mungkin M Yagari Bhastara Guntur alias Gerry yang ikut ditangkap bersama hakim PTUN terlibat sendiri. Gerry diketahui merupakan pengacara yang bekerja di bawah naungan kantor hukum milik OC Kaligis.

“Menurut logika dan fakta sementara, agak tidak mungkin seorang Gerry memiliki uang suap tersebut,” kata Indriyanto.

KPK kini tengah mencari otak dari pemberian suap kepada tiga hakim PTUN terkait Bantuan Sosial (Bansos) dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Medan, Sumatera Utara (Sumut) tahun anggaran 2012 dan 2013. Begitu pentingnya peran Gatot dan Kaligis dalam kasus ini membuat KPK ngebet panggil keduanya.

“Kami memerlukan pendalaman keterkaitan antara leyer atas dari pemberi kuasa dan penerima kuasa,” jelas dia.

KPK sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro (TIP), anggota Majelis Hakim Amir Fauzi (AF) dan Dermawan Ginting (DG), panitera sekaligus Sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan (SY), serta seorang pengacara bernama M Yagari Bhastara (MYB). (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.