Kamis, 8 Desember 22

KPK: Belum Terlambat bagi Novanto Menyerahkan Diri

KPK: Belum Terlambat bagi Novanto Menyerahkan Diri
* Ketua DPR RI Setya Novanto (tengah).

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi ultimatum kepada Ketua DPR RI Setya Novanto untuk bekerja sama. KPK menyatakan belum terlambat bagi Novanto untuk menyerahkan diri.

“Belum terlambat untuk menyerahkan diri. Kooperatif lebih baik untuk perkara ini maupun yang bersangkutan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Saat ini, KPK masih fokus melaksanakan tugas sesuai dengan surat perintah penangkapan atas Novanto. Namun, setelah mendatangi kediaman Novanto, KPK belum menemukan yang bersangkutan.

“Kalau ada bantahan yang ingin disampaikan, bisa disampaikan ke penyidik,” ujar Febri.

Menurut Febri KPK telah melakukan berbagai upaya persuasif terhadap Novanto hingga akhirnya memutuskan menerbitkan surat perintah penangkapan. Hal ini terkait proses hukum dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menjerat Novanto sebagai tersangka.

Febri menyebutkan, dalam kasus e-KTP, KPK telah menjadwalkan 11 kali pemeriksaan terhadap Novanto, baik sebagai saksi untuk tersangka lain, maupun pemeriksaannya sebagai tersangka.

“Kami pandang segala upaya persuasif sudah kami lakukan. Sampai dengan tengah malam ini tim masih di lapangan, pencarian masih dilakukan,” kata Febri.

Penyidik KPK mendatangi kediaman Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk menangkap Novanto, namun tak ditemukan.

Seharusnya, pada Rabu (15/11/2017), Novanto diperiksa di KPK namun tidak datang. Dia memilih berada di gedung DPR untuk mengikuti rapat Paripurna. (Has)

 

Baca:

Siapa Tamu Misterius yang Jemput Novanto?

Hashtag #TangkapNovanto Jadi ‘Trending Topic’ di Twitter!

Jokowi Minta Pemeriksaan Novanto Ikuti UU

Jusuf Kalla Minta Setya Novanto Taat Hukum

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.