Selasa, 4 Agustus 20

KPK Bantah Penyidiknya Bernama Agus Gentong

KPK Bantah Penyidiknya Bernama Agus Gentong

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan kasus dugaan korupsi pemetaan dan pembangunan gedung-gedung perkantoran dan sekolah lokasi transmigrasi di Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2013. Padahal kasus ini sudah dalam tahap pengumpulan bahan keterangan dari sejumlah pejabat di Kemeterian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan bahwa ada dugaan permainan uang supaya kasus ini tidak naik ke tahap penyidikan. Informasi itu menyebutkan seorang pejabat Kemenaker menyuap KPK melalui seseorang yang mengaku orang dalam dan sering mementahkan kasus di KPK, yang bernama Agus Gentong.

Akan tetapi Juru Bicara KPK Johan Budi SP membantah informasi itu. Johan mengatakan tidak ada penyidik KPK yang bernama Agus Gentong. Dia yakin orang tersebut hanya mengaku kenal atau dekat dengan penyidik. “Gak ada namanya Agus Gentong. Kalau ada yang masih percaya ada yang ngaku orang dekat atau penyidik ngurus kasus ya bodoh aja. Kenapa dia kok mesti ngasih,” ujar Johan saat dikonfirmasi, Senin (8/12/2014).

Johan menyarankan kalau ada pihak yang mengaku-ngaku kenal dengan pejabat atau penyidik KPK sambil meminta uang, sebaiknya orang tersebut dilaporkan ke polisi. Sebab kata dia, modus seperti itu sering dilakukan orang untuk memeras pejabat. “Jangan katanya… laporkan resmi saja tentu dengan bukti bukti,” tandas Johan.

Kasus korupsi pemetaan dan pembangunan gedung-gedung perkantoran dan sekolah di lokasi transmigrasi di Kaltim tahun 2013 yang sedang ditangani KPK ini, diduga melibatkan Dirjen Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT), Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans), Djamaluddin Malik, Kepala Biro Umum Kemnakertrans, Sugito, Kepala Biro Humas Kemnakertrans, Suhartono,

Tidak hanya itu lima orang pejabat eselon II di Ditjen P2KT, Kemnakertrans, serta Mantan Sekjen Kemnakertrans yang sekarang menjadi Dirjen Pembinaan Pengawasan Tenaga Kerja, Kemnakertrans, Muchtar Lutfie, termasuk Muhaimin Iskandar sendiri sebagai Menakertrans waktu itu ikut terseret dalam pusaran kasus tersebut.

Ada sumber yang menyatakan para pejabat Kemenaker itu merasa khawatir KPK bakal menetapkan tersangka, maka seorang pejabat eselon II yang tidak disebutkan namanya berusaha menyuap KPK. Pejabat tersebut sudah pengalaman mengurus kasus duren yang hampir menyeret Muhaimin Iskandar, waktu itu.

“Dia berusaha melobi Agus Gentong lagi. Katanya sih, si Agus Gentong sangat berpengaruh di KPK untuk mementahkan kasus, yang terpenting memberi duit sesuai yang dia minta,” kata seorang pejabat di Kemnakertrans. (Has)

 

Related posts