Jumat, 25 September 20

KPK Bantah Keluarkan Sprindik Setya Novanto

KPK Bantah Keluarkan Sprindik Setya Novanto

Jakarta – Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto membantah kebenaran surat yang diduga surat perintah penyidikan (sprindik) untuk Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto. Menurut dia KPK tidak pernah mengeluarkan Sprindik tersebut sehingga dapat dipastikan bahwa surat itu palsu.

“Setahu saya KPK tidak pernah keluarkan sprindik seperti itu,” ujar Bambang ketika dikonfirmasi, Selasa (7/10/2014).

Sprindik yang diduga palsu itu beradar di kalangan wartawan sejak Selasa pagi hari ini. Dalam surat itu tertulis jelas nama Setya Novanto selaku anggota DPR periode 2009-2014 ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait proses perencanaan dan pelaksanaan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau.

Bendahara Umum Partai Golkar itu disebutkan dijerat dengan pasal penyuapan, yaitu Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasaan Tindak Pidana Korupi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam surat yang diterbitkan tanggal 25 September 2014 tersebut hanya ditandatangani oleh satu orang Pimpinan KPK, yaitu Bambang Widjojanto. Padahal lazimnya, sprindik harus ditandatangi lebih dari dua orang pimpinan KPK.

Nama Setya Novanto disebut dalam beberapa kasus korupsi yang tengah ditangani KPK, yakni dalam kasus korupsi proyek PON di Riau, kasus korupsi proyek e-KTP serta kasus suap penanganan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi. Namun KPK memastikan Ketua DPR pengganti Marzuki Ali itu masih berstatus sebagai saksi.

Foto sprindik Setya Novanto ini dikirim dari sebuah surat elektronik dengan alamat bambang.sukoco23@gmail.com pada Selasa 7 Oktober 2014, pukul 07.37 WIB. Di dalam e-mail, terdapat tiga foto yang memuat foto “sprindik” itu dari berbagai sudut pandang. Foto sprindik juga mencantumkan nama empat orang penyidik KPK yang melakukan penyidikan kasus dalam sprindik ini yaitu Endang Tarsa, Bambang Sukoco, Heri Muryanto dan Salmah.

Saat dikonfirmasi, Jurubicara KPK Johan Budi juga memastikan, kalau Sprindik itu palsu alias hoax. “Itu hoax, formatnya saja salah,” terangnya. Menurut Johan, format dan kop surat yang disebar orang yang tak bertanggung jawab itu tak sesuai dengan biasa yang digunakan KPK. Lagipula, tanda tangan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ada di dalam sprindik palsu itu tidak sesuai. “Nama BW dan tanda tangan juga nggak sama,” tambahnya. (Has)

 

Related posts