Jumat, 22 Oktober 21

KPK Anggap Keterangan Hasto Soal AS Masih Minim

KPK Anggap Keterangan Hasto Soal AS Masih Minim

Jakarta, Obsessionnews – Pelaksana tugas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto ‎telah memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk dimintai keterangan terkait tuduhannya terhadap Ketua KPK Abraham Samad yang disebut melanggar kode etik karena ikut terlibat dalam kegiatan politik praktis.

Namun menurut Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi‎ mengatakan, keterangan Hasto yang disampaikan pada Senin (9/2/2015) masih sangat minim. Sebab, untuk membuktikan bahwa Abraham terlibat dalam kegiatan politik, Hasto hanya memberikan bukti foto. Padahal, KPK mengharapkan lebih dari sekedar foto.

“Informasi lebih dalam tidak sekedar foto kita butuhkan dari Pak Hasto sehingga dari penyelidian internal bisa memutuskan untuk menindaklanjutinya,” ujarnya, di KPK, Senin malam (9/2/2015).

Hasto sendiri sebelumnya, mengaku punya bukti lain berupa rekaman percakapan antara Abraham dengan beberapa tokoh politik. Sedangkan Johan mengaku, bukti rekaman tersebut belum diserahkan kepada KPK. Karenanya, lanjut Johan KPK masih membutuhkan bukti atau keterangan dari pihak lain, untuk melengkapi bukti yang sudah ada.

“Setelah itu penyelidkan internal menyimpulkan lalu berundinglah pimpinan dan penasihat dan tentu di luar yang diindikasikan melanggar kode etik. Pimpinan mengeluarkan putusan untuk membentuk komite etik,” terangnya.

Menurutnya, keterangan Hasto nantinya akan terus di dalami oleh Pengawas Internal (PI) KPK untuk memastikan apakah KPK perlu membentuk Komite Etik‎ guna mencari tahu dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Abraham. Sementara kata Johan, KPK masih ingin mencari bukti-bukti tambahan dari pihak lain.

“Jadi tidak hanya laporan dari Pak Hasto, tentu akan diundang pihak lain untuk memberikan informasi data/fakta apapun menyangkut tuduhan-tuduhan terutama kepada Pak AS,” jelasnya.

Diketahui, ‎dalam pertemuannya dengan Komisi III DPR RI, Hasto menyampaikan bahwa Abraham tidak hanya bertemu dengan Sekjen PDI-P saat itu, Tjahjo Kumolo, tapi Abraham juga bertemu dengan mantan Kepala BIN Hendropriyono dan mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjojanto. Bahkan, Menurut Hasto, Samad mengaku telah membantu vonis ringan politikus PDI Perjuangan Emir Moeis. (Albar)

Related posts