Selasa, 30 November 21

KPID Jateng: Jangan Tayangkan Konten Lokal Saat Jam Hantu

KPID Jateng: Jangan Tayangkan Konten Lokal Saat Jam Hantu

Semarang, Obsessionnews – Konten lokal dalam dunia penyiaran memang masih kurang diangkat ke tingkat nasional. Polemik itu membuat kearifan lokal seringkali tak terekspos ke masyarakat luas. Padahal, sudah ada sistem stasiun jaringan (SSJ) daerah yang bisa digunakan.

“Karena untuk apa? Untuk membackup kearifan lokal,” kata Ketua Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, Budi Setyo Purnomo, Jum’at (27/5/2016).

Menurutnya, stasiun TV Jakarta (Lembaga Penyiaran Nasional) harus mengakomodir 10% konten lokal SSJ daerah dalam program acara. Dengan pengangkatan konten lokal tersebut, maka dapat meningkatkan pembangunan daerah. Pemberlakuan SSJ 10% juga tidak boleh ditayangkan hanya pada jam-jam ‘hantu’ saja.

“Jam-jam hantu itu di jam malam atau tengah, percuma,” ujarnya.

Disamping itu, TV Jakarta yang sudah berafiliasi dengan lembaga penyiaran daerah dinilainya belum maksimal. Meskipun dari tahun ke tahun sudah terlihat ada perbaikan. Media memiliki pengaruh menginstrupsi pembangunan di suatu daerah menjadi lebih baik.

“SSJ ini menjadi penting dan lembaga penyiaran Jakarta harus melakukan SSJ dengan sepenuh hati,” papar Budi.

Pembuatan konten lokal pun tidak boleh sembarangan. Lembaga penyiaran bisa bekerja sama dengan Production House untuk membuat konten lokal berkualitas bagi masyarakat.

Pihaknya berharap, melalui momentum Hari Penyiaran Jawa Tengah ini, lembaga-lembaga penyiaran baik di tingkat nasional maupun daerah, bisa lebih mengedepankan acara TV bermuatan lokal, sehingga bisa memajukan suatu daerah.

“Kearifan lokal ini penting sekali karena kaitannya dengan budaya dan sebagainya,” tandasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.