Sabtu, 27 November 21

KPID Gelar Malam Anugerah Penyiaran di Lawang Sewu

KPID Gelar Malam Anugerah Penyiaran di Lawang Sewu

Semarang, Obsessionnews – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menggelat ajang bergengsi, Anugerah Penyiaran bagi lembaga penyiaran, baik Televisi maupun Radio di halaman komplek Lawang Sewu, Kota Semarang, Jum’at (27/5/2016) malam.

Acara dihadiri oleh sejumlah pejabat, salah satunya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Acara ini sendiri bertujuan memberi apresiasi kepada media Televisi dan Radio yang menyajikan konten lokal berkualitas di Jateng.

Malam Anugerah dibalut apik dengan penampilan tarian Jawa dan tata lampu yang memanjakan mata. Belum lagi latar belakang Lawang Sewu makin membuat acara semakin meriah.

Sebelum dimulai, sebuah film mengenai Ganjar mewawancara seorang presenter diputar. Usai pemutaran film, orang nomor satu di Jateng itu lantas membuka acara dengan menempelkan tangan di layar raksasa.

Menurutnya, KPID selaku pengawas, tidak selalu memberi hukuman kepada stasiun Tv maupun radio, namun juga memberi apresiasi bagi media yang menyajikan berita menarik dan kreatif.

“Disamping KPI, KPID memberi hukuman karena dia sebagai Watch Dognya penyiar radio (tv) Indonesia, saya mengapresiasi hari ini memberikan award,” kata dia di belakang panggung.

Selain penyajian acara yang menarik, ia menilai penjurian dalam kontes tersebut sudah terjaga. Sebab, para juri berkualitas dalam memberikan penilaian terhadap suatu konten berita. Ia berharap, melalui acara ini dapat mendorong media Tv dan Radio bisa menyajikan berita yang lebih baik.

“Maka kita harapkan itu menjadi pelecut, jadi pemacu agar siarannya yo jadi lebih bermutu,” jelasnya.

Ganjar sendiri melihat banyak konten berita lokal mulai apik ketimbang di masa lalu. Namun, hal tersebut belum masuk harapannya dimana ia menginginkan berita-berita lokal yang inovatif.

“Kalau bicara ekspektasi, harus dipacu, lebih kreatif lagi, lebih inovatif lagi, lebih edukatif lagi. Sehingga kita harapkan untuk produk lokal bisa global nasional,” tutur dia.

“Ada banyak sebenarnya dari sisi substansi (yang harus dievaluasi). Terus kemudian eksplorasi dari apa yang menjadi sumber daya di Jawa Tengah,” sambungnya.

Acara Anugerah berlangsung selama kurang lebih dua jam. Stasiun TVRI menjadi media terbanyak yang menggondol penghargaan selama acara berlangsung. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.