Rabu, 27 Oktober 21

KPI Himpun 6.612 Keping Koin untuk Australia

KPI Himpun 6.612 Keping Koin untuk Australia

Jakarta, Obsessionnews Sejak dibuka Selasa (24/2) hingga Minggu (1/3) Posko Nasional “Coin for Australia” di Jl. Menteng Raya No. 58, Jakarta Pusat, yang digagas Koalisi Pro Indonesia (KPI), berhasil menghimpun 6.216 keping koin, terdiri dari nominal Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100. Bahkan , ada juga nominal koin Rp 50, Rp 25, dan koin mata uang asing serta uang kertas. Posko tersebut bertindak sebagai koordinator koin yang dikumpulkan oleh para relawan di seluruh Indonesia.

Koordinator Posko Penggalangan “Coin for Australia” M. Ali Hamzah mengatakan kepada obsessionnews.com, Minggu (1/3), cukup tinggi partisipasi masyarakat menyumbangkan dana untuk Australia. “Saya yakin jumlah koin akan bertambah di hari-hari mendatang,” ujarnya.

Sementara itu dalam kesempatan berbeda Koordinator KPI Andi Sinulingga mengungkapkan, dalam waktu dekat KPI akan menyerahkan koin tersebut kepada Perdana Menteri Australia Tony Abbott melalui Kedutaan Besar (Kedubes) Australia di Jakarta. Tony Abbott harus meminta maaf pada rakyat Indonesia, khususnya rakyat Aceh, bukan diwakili Kementerian Luar Negeri Australia.

Andi Sinulingga, Koordinator Koalisi  Pro  Indonesia  (KPI)
Andi Sinulingga, Koordinator Koalisi Pro Indonesia (KPI)

“Jika Kedubes Australia tidak mau menerima koin tersebut, kami akan meletakkan koin di depan pintu kanhtor kedubes itu. Selebihnya warga Indonesia dan warga dunia dapat menilai sendiri,” kata Andi.

Seperti diketahui, Tony Abbott mengungkit-ungkit dana bantuan dari Australia untuk korban tsunami di Aceh tahun 2004, Rabu (18/2). Abbottt menilai Indonesia seharusnya “membayar” kemurahan hati Australia itu dengan membatalkan eksekusi dua warga Australia yang divonis mati dalam kasus perdagangan narkoba di Bali, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Pernyataan Tony Abbott membuat rakyat Indonesia murka dan menuntutnya meminta maaf. (Agung Sanjaya)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.