Minggu, 5 Juli 20

KPI DKI: Tokoh Publik Jangan Bicara Kasar di Televisi

KPI DKI: Tokoh Publik Jangan Bicara Kasar di Televisi
* Ketua KPID DKI Jakarta Kawiyan.

Jakarta, Obsessionnews.com — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta menyesalkan sikap Ketua DPD RI yang juga Ketua Umum Partai Hanura Osman Sapta Odang (OSO) yang menggunakan kata atau ucapan yang tidak pantas di depan publik.

Hal itu terkait ucapan OSO yang menyebut Mahkamah Konstitusi (MK) dengan sebutan “goblok” untuk mengomentari putusan MK yang menyatakan calon anggota DPD RI yang pengurus partai politik harus mundur dari partainya untuk ikut Pemilu. Pernyataan OSO tersebut disampaikan dalam acara talkshow  di Kompas TV yang dipandu oleh presenter Bayu Sutioyono, Kamis (26/7/2018).

“Kami sangat menyesalkan adanya ucapan tak pantas yang disampaikan OSO. Beliau itu tokoh publik dan berbicara di televisi yang menggunakan frekuensi sebagai ranah publik,” ujar Ketua KPID DKI Jakarta Kawiyan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com, Kamis (2/8/2

Menurut Kawiyan, program televisi dilarang menampilkan ungkapan kasar dan makian sesuai dengan pasal 24 P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran.

“Program siaran dilarang menampilkan ungkapan kasar dan makian, baik secara verbal maupun nonverbal, yang mempumyai kecenderungan menghina atau merendahkan martabat manusia, memiliki makna jorok/mesum/cabul/vulgar, dan atau menghina agama dan Tuhan,” tegas Kawiyan mengutip pasal 24 P3SPS.

Kawiyan mengimbau para tokoh publik atau siapapun yang tampil menjadi narasumber di televisi untuk menjaga ucapannya. Di sini lain para broadcaster atau insan televisi yang bertugas dalam program live di televisi untuk mengingatkan narasumbernya agar tidak menyampaikan ungkapan kasar dan makian yang berpotensi melanggar P3SPS.

Dalam kasus ini, Kawiyan mengapresiasi langkah presenter Bayu Sutiyono yang dengan cepat mengingatkan narasumber agar tidak menggunakan perkataan kasar.

“Apa yang dilakukan presenter Bayu itu cukup bagus segera mengoreksi dan mengingatkan narasumber,” pungkas Kawiyan. (Rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.