Selasa, 26 Oktober 21

Kota Semarang Ganti MOS dengan MOPD

Kota Semarang Ganti MOS dengan MOPD
* Hendi menjawab berbagai pertanyaan nyleneh dari kalangan siswa.

Semarang, Obsessionnews – Masa Orientasi Siswa (MOS) biasanya dilewati para siswa baru SMA dengan gojlokan, makian dan hukuman dari kakak kelas kepada junior. Namun berbeda di SMA Negeri 5 Semarang, yang mengganti MOS dengan Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) pada Sabtu (11/7/2015).

Acara dihadiri secara spontan oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dan Ketua Tim Penggerak PKK, Krisseptiana. Tia, panggilan akrab Krisseptiana mengungkapkan kegiatan MOPD se Kota Semarang merupakan yang pertama kali di Jawa Tengah. Perbedaan antara MOS dengan MOPD terletak pada sistem pendidikan. MOPD lebih mengedepankan aspek pendidikan karakter dan nasionalisme.

“Harapannya MOPD Kota Semarang menjadi kegiatan berkelanjutan tiap penerimaan peserta didik baru sehingga dapat ditiru oleh Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi JawaTengah,” ujar Tia yang juga istri Walikota Semarang.

Mos1

Kegiatan MOPD, lanjutnya, telah disepakati bersama dalam MoU yang ditanda tangani 15 Juni 2015 oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, DanLanal Kota Semarang, DanDim, Penerbad, Polrestabes, Dinas Kesehatan dan Penggerak PKK Kota Semarang.

Sementara itu, Hendi panggilan akrab Walikota berharap agar para siswa mampu memberi contoh kepada temannya dengan kegiatan yang positif, santun, dan menjauhi tindakan tercela.

Peserta MOPD terlihat antusias dengan pembinaan yang diberikan Hendi. Tak jarang beberapa dari mereka mengajukan pertanyaan kritis terkait Walikota seperti pencalonan dirinya hingga pendaftaran surat miskin oleh Pegawai Negeri Sipil.

Mos2

“Ternyata pelajar setingkat SMA sebagai pemuda pemula ada yang memperhatikan politik dan anak-anak SMA 5 sangat kritis pertanyaannya,” ungkapnya senang.

Kepala SMA Negeri 5, Titi Prihatiningsih menjelaskan kegiatan MOPD mampu memberikan nilai lebih ketimbang tradisi MOS. Hal itu dapat dilihat dari munculnya bermacam pertanyaan kritis para siswa kepada narasumber.

“Terbukti tadi semua anak kreatif. Pertanyaan mereka luar biasa. Saya ikut senang melihatnya,” pungkas Titi. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.