Sabtu, 29 Januari 22

Kota Bandung Ingin Dapat Adipura, 17 Tahun Nihil

Kota Bandung Ingin Dapat Adipura, 17 Tahun Nihil

Bandung, Obsessionnews – Kota Bandung ingin mendapat piala Adipura setelah 17 tahun nihil, sehingga menjelang penilaian akhir untuk Kota Bandung dalam final Piala Adipura pemerintah Kota Bandung terus berbenah menjelang pengumuman pemedang bulan Agustus mendatang. Untuk memperoleh Piala Adipura skor penilaian untuk Kota Bandung sudah mencapai batas minimal bisa mendapatkan Piala Adipura.

“Kota bandung ini skornya berada diambang batas dapat adipura, bisa mendapatkan Adipura dengan catatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sari Mukti bisa memenuhi standar dari Kementrian Lingkungan Hidup mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama bisa memenuhi standar dari KLH Insya Allah kota bandung punya kans besar setelah 17 tahun untuk mendapatkan adipura.” Ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat sidak di Jalan Riau, Kota Bandung, Kamis (30/7/2015).

Emil menjelaskan tidak akan dapat Piala Adipura jika TPA Sari Mukti tidak memenuhi standar kementrian. “Kita berkoordinasi dengan Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, untuk megubah TPA Sari Mukti supaya memenuhi standar penilaian yang dibutuhkan” tambah Ridwan.

Menurutnya di Indonesia tidak semua Kota memiliki TPA tersendiri termasuk Kota Bandung, untuk itu TPA untuk Kota Bandung yang wilayahnya berada di luar Kota Bandung perlu adanya koordinasi dengan kota dan kabupaten lainnya termasuk provinsi.

Ridwan Kamil dan Sekda Kota Bandung Yossi Irianto
Ridwan Kamil dan Sekda Kota Bandung Yossi Irianto

Untuk penilaian TPA Sari Mukti ada 13 poin yang masuk dalam skoring yang harus segera dibenahi diantaranya tidak boleh ada sampah yang berserakan saat truk membuang sampah, harus ada saluran pembuangan air sampah, harus tersedia pos penjagaan, dan harus ada pencatatan volume sampah pada setiap truk sampah yang masuk ke TPA.

Sementara itu, selain melakukan pembenahan di TPA Sari Mukti, pemerintah Kota Bandung akan berfokus pada titik-titik yang volume sampahnya tinggi, seperti pasar, taman-taman wisata dan sungai, “Kita fokus ke titik yang volumenya tinggi, seperti pasar dan taman-taman wisata,” Ujar Ridwan.

Selain itu, Manajemen operasional petugas kebersihan sebanyak 1500 petugas kebersihan yang tersebar di seluruh kewilayahan Kota Bandung akan disebar secara proporsional dan mengubah jam kerja para petugas kebersihan untuk lebih awal, yaitu dari pukul 03.00 hingga 06.00.

Khusus pengangkutan sampah sungai nantinya akan langsung ke truk-truk sampah yang akan diangkut langsung ke TPA. “Kita berinovasi, nantinya sampah sungai akan diangkut truk truk parkir di titik terntentu,” Kata Ridwan.

Emil pun mengarahkan agar petugas kebersihan memprioritaskan pada jalan-jalan protokol kemudian prioritas kedua pada jalan-jalan lingkungan, termasuk kawasan heritage dan area padat wisatawan. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.