Kamis, 24 September 20

Korupsi, Eks Kepala Intelijen Cina Dihukum Seumur Hidup

Korupsi, Eks Kepala Intelijen Cina Dihukum Seumur Hidup
* Stasiun televisi Cina menayangkan gambar Ma Jian selama putusan berlangsung. (BBC)

Nampaknya ada satu kelebihan negeri Cina dalam menghukum koruptor, yakni sering divonis hukuman mati atau penjara seumur hidup. Mantan kepala intelijen Cina, Ma Jian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah untuk berbagai tindak kejahatan, seperti menerima suap dan perdagangan saham ilegal.

Perkara Ma mulai diselidiki pada tahun 2015 dan ia dikeluarkan dari Partai Komunis setahun kemudian. Menurut pengadilan di provinsi Liaoning itu, Ma mengaku bersalah, menerima putusan dan tidak akan naik banding.

Ma Jian adalah wakil menteri di departemen keamanan yang sangat berpengaruh, yang mengawasi operasi kontra intelijen dan dinas rahasia.

Kasusnya terkait dengan salah satu buron paling dicari di Cina, yakni taipan properti, Guo Wengui, yang telah mengungkapkan serangkaian dugaan korupsi di antara anggota penting Partai Komunis.

Ma menggunakan posisinya untuk membantu Guo Wengui, yang sekarang tinggal di New York, untuk melanjutkan kepentingan bisnisnya, demikian dalam putusan Pengadilan Rakyat Dalian.

Ia didakwa menerima suap lebih dari 100 juta yuan (Rp21 miliar) dan mendapat untung dari perdagangan saham ilegal berdasarkan informasi orang dalam.

“Jumlah suap terdakwa Ma Jian sangat besar, dan kepentingan rakyat dan negara sangat dirugikan,” papar putusan pengadilan di provinsi Liaoning, seperti dilansir bbc.com, Jumat (28/12/2018).

Ma Jian dan Guo Wengui sendiri tidak dapat dihubungi untuk memberikan keterangan.

Pemerintah mengungkapkan, lebih dari satu juta pejabat telah dihukum dalam upaya antikorupsi yang dimulai oleh Presiden Xi ketika ia menjabat presiden pada 2012.

Beberapa kalangan menggambarkan kampanye ini sebagai pembersihan internal besar-besaran terhadap para penentang Xi, dalam skala yang belum pernah terjadi sejak kepemimpinan Mao Zedong, ketika banyak petinggi tersingkir di era Revolusi Kebudayaan.

Sebagaiumana diberitakan, perang melawan korupsi yang menjadi salah satu program utama Xi Jinping sejak menjabat sebagai presiden Cina, dipergencar dengan pembentukan lembaga baru.

Badan ini diberi nama Komisi Pengawasan Nasional (KPN) yang bertugas mengawasi semua pegawai pemerintah yang memegang jabatan publik. Termasuk yang akan diawasi tentu saja adalah anggota Partai Komunis Cina.

Sejumlah analis mengatakan dengan kewenangan itu, jumlah aparat yang menjadi objek pengawasan komisi tiga kali lebih besar dari lembaga-lembaga antikorupsi yang ada. Para pejabat rumah sakit dan sekolah termasuk yang masuk dalam ranah pengawasan KPN.

Selain melakukan pengawasan KPN diberi kewenangan untuk melakukan penyelidikan dan menjatuhkan hukuman. Lembaga ini juga berhak membekukan semua aset tersangka kasus korupsi. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.