Jumat, 3 Februari 23

Korsel Tahan Eks Kepala Keamanan Karena Tutupi Pembunuhan Pejabat

Korsel Tahan Eks Kepala Keamanan Karena Tutupi Pembunuhan Pejabat
* Korsel menahan mantan kepala keamanan nasional, Suh Hoon. (AFP/CNN)

Korea Selatan (Korsel) menahan mantan kepala keamanan nasional, Suh Hoon, pada Sabtu (3/12/2022), atas dugaan sengaja menutupi pembunuhan seorang pejabat perikanan yang dilakukan Korea Utara (Korut).

“Suh Hoon, mantan kepala Kantor Keamanan Nasional Blue House, ditahan pada pagi ini,” ujar Park Jung Ha selaku juru bicara partai berkuasa Korsel, Partai Kekuatan Rakyat, seperti dikutip AFP.

Penahanan ini dilakukan sesuai dengan tekad Presiden Yoon Suk Yeol untuk menyelidiki dugaan pemerintahan sebelumnya tak menangani pembunuhan itu dengan baik demi menguntungkan Korut.

Suh Hoon merupakan pejabat tinggi pertama dari kantor kepresidenan era Presiden Moon Jae In yang ditahan terkait dugaan tersebut.

Ia diduga memerintahkan penghancuran laporan intelijen mengenai pembunuhan pejabat perikanan bernama Lee Dae Jun itu. Lee ditemukan tewas di laut perbatasan yang memisahkan Korut dan Korsel.

Selain itu, Suh juga diduga didakwa memanipulasi bukti untuk mendukung klaim pemerintahan Moon bahwa pejabat perikanan itu hendak membelot ke Korea Utara.

Hakim Kim Jeong Min dari Pengadilan Distrik Pusat Seoul lantas memerintahkan penangkapan Suh pada Sabtu karena “keseriusan kejahatan itu, status tersangka, dan risiko penghancuran bukti.”

Sebelum Suh, mantan menteri pertahanan Korsel, Suh Wook, dan mantan kepala penjaga pantai, Kim Hong Hee, juga ditahan terkait kasus serupa.

Selama ini, Presiden Yoon Suk Yeol memang sangat lantang mengkritik pendekatan pemerintah Moon Jae In terhadap Korut yang dianggap terlampau lunak. Ia menganggap Moon ingin menyenangkan Korut.

Namun di sisi lain, pihak oposisi di Korsel menganggap penyelidikan ini merupakan bagian dari “balas dendam politik” Yoon terhadap pemerintahan Moon.

Mereka menyatakan penahanan Suh ini “sangat sulit dipahami.” Oposisi juga akan “mempertahankan kebenaran dan keadilan” melawan “balas dendam politik” Yoon. (CNNIndonesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.